hero
(INSTAGRAM)

EDITOR : REZA ADITYA

5 Oktober 2017, 10:45 WIB

INDONESIA

Sampul majalah Her World Brides Indonesia menampilkan foto selebriti Luna Maya dengan orangutan dikecam warganet dan sejumlah pegiat satwa. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) mersepons foto itu.

Kepala Balitek KSDA Ahmad Gadang Pamungkas mengatakan adanya foto orangutan di sampul majalah itu memang tidak dibolehkan. Ada beberapa alasan yang menjadikan sampul majalah pernikahan itu dikecam banyak pihak.

"Pertama, adalah bagaimana kita membatasi interaksi satwa liar," ujar Ahmad, Kamis, 5 Oktober 2017. "Yang seharusnya hidup di alam. Karena orangutan bukanlah peliharaan."

 

 

 

Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation is extremely upset to see this post. Orangutans are a Critically Endangered, protected species on the brink of extinction. Orangutans should never be used in this way or promoted as a pet or a toy. @bridesindonesia and @bimopermadi as a media outlet and journalist should know better. @balizoo as an ex-situ conservation organisation, you need to raise awareness on the fact that orangutans belong in the wild and should not be kept as a pet or for entertainment, which includes inviting tourists for breakfast experiences. @lunamaya is a strong public figure and as such should be raising awareness of important national and global issues such as the critical plight of the future survival of orangutans, rather than using them in this way on social media. #SaveOrangutans #OrangutanBukanMainan --------------------------------------- Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation merasa sangat kecewa terhadap postingan ini. Orangutan adalah satwa terancam punah dan dilindungi undang-undang. Tidak selayaknya orangutan diperlakukan seperti ini, dipromosikan sebagai hewan peliharaan atau mainan! @bridesindonesia sebagai media dan @bimopermadi sebagai jurnalis seharusnya paham hal ini. @balizoo sebagai lembaga konservasi ex-situ seharusnya meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat bahwa orangutan selayaknya hidup di alam, alih-alih dijadikan hewan peliharaan atau hiburan, seperti misalnya memberi kesempatan pengunjung untuk sarapan bersama orangutan. @Lunamaya adalah tokoh publik dan seharusnya membantu meningkatkan kepedulian akan isu penting nasional dan global seperti pelestarian orangutan, alih-alih memanfaatkannya seperti ini di media sosial.

A post shared by BOS Foundation (@bosfoundation) on

Menurut Ahmad, orangutan tidak boleh dekat dengan manusia. Apalagi jika dibuat sebagai model sebuah majalah. "Jadi dia (orangutan) harus berada di tempatnya."

Alasan lain adalah masalah penularan penyakit. "Jadi ada istilah penyakit zoonosis, karena manusia bisa menularkan penyakit kepada satwa dan satwa bisa menularkan penyakit kepada manusia. Dan ini menjadui hal yang harus diwaspadai."

Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation dalam akun Instagram mengecam keras sampul majalah dengan orangutan itu. Mereka menulis bahwa orangutan adalah satwa yang hampir punah dan tidak selayaknya diperlakukan sebagai ajang promosi.

(INSTAGRAM/Brides Indonesia)

 

BOS juga menyinggung Bali Zoo, lokasi konservasi orangutan yang menjadi tempat pemotretan majalah itu. Menurut BOS masih dalam tulisan kritiknya di Instagram, menyatakan Bali Zoo kecolongan dengan mengizinkan orangutan dijadikan model.

Mendapati kritik dari berbagai pihak, Luna Maya pada akun Instagramnya langsung menghapus fotonya dengan orangutan itu. Begitu juga Majalah Brides yang langsung membuat pernyataan maaf atas kelalaiannya itu.

ANJANA DEMIRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments