hero
(NET)

EDITOR : REZA ADITYA

22 September 2017, 13:05 WIB

LAMPUNG, INDONESIA

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek membantah menelantarkan jenazah bayi Berlin Istana. Direktur Pelayanan RSUD Abdul Moeloek Padilangga mengatakan ada miskomunikasi antara petugas ambulans dan orang tua Berlin.

"Awalnya pihak keluarga sudah siap menggunakan ambulans, bahkan jenazah sudah masuk ke dalam mobil ambulans," kata Padilangga, dalam keterangan resminya, Jumat, 22 September 2017. "Tapi ada administrasi yang kurang lengkap."

Mobil jenazah di RSUD Abdul Moeloek. (NET)

 

BACA JUGA:
Begini Kisah Ibu yang Gendong Jenazah Bayi di Angkot

Padilangga mengisahkan petugas ambulans pada saat itu meminta orang tua bayi melengkapi administrasi sebelum jenazah diantar. Musababnya, ada perbedaan antara data di kartu BPJS Kesehatan dan formulir pendaftaran rumah sakit.

Di kartu BPJS Kesehatan terdaftar nama bayi itu, yaitu Berlin Istana. Tapi di formulir pendaftaran rumah sakit adalah nama ibunya, Delvasari.

"Tapi karena keluarga sudah panik, jadi langsung ambil pasiennya dan dibawa pakai kendaraan umum," ujar Padilangga. Dia juga menilai pasien yang hendak menggunakan ambulans harus memenuhi semua administrasi.

Mobil jenazah milik RSUD Abdul Moeloek. (NET)

 

Padilangga membantah anggapan yang menyebut jenazah bayi Berlin tdak difasilitasi ambulans karena hanya menggunakan BPJS Kesehatan. Menurut dia, seluruh pasien di rumah sakitnya diperlakukan sama.

"Apalagi BPJS sudah ada biaya khusus," ujar dia. "Itu ditanggung oleh pemerintah tidak ada biaya tambahan. Sebenarnya tinggal administrasi saja. Kami maklum, mereka emosi, panik, karena kehilangan anak."

Padilangga menilai insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi rumah sakitnya. "Kami akan investigasi. Kalau sebenarnya ada miss itu kami akan proses." Termasuk, permintaan petugas ambulans Rp 2 juta untuk biaya mengantar jenazah Berlin.

 

 

Warganet dihebohkan oleh postingan akun Instagram seputar_lampung yang memuat foto dan kisah Delvasari menggendong jenazah anaknya di dalam angkot. Delvasari mengaku terpaksa membawa mayat anak bungsunya itu karena ditolak ambulans.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu kemarin. Delvasari kehilangan anaknya yang baru berusia satu bulan. Berlin menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat dua hari di RSUD Abdul Moeloek.

Dokter memvonis Berlin meninggal karena kelainan bawaan, yaitu meningocele di ruang intensive care unit RSUD. Bayi mungil itu meregang nyawa sekitar pukul 15.15 WIB di rumah sakit.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments