hero
(INSTAGRAM/seputar_lampung)

EDITOR : REZA ADITYA

22 September 2017, 11:30 WIB

LAMPUNG, INDONESIA

Delvasari mengenang pahit kisah tragisnya membawa jenazah anaknya dengan menumpang angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa, Lampung. Peristiwa itu terjadi pada Rabu kemarin.

Perempuan 34 tahun itu terpaksa membopong layon anak bungsunya yang baru berusia satu bulan karena tak mampu membayar ambulans yang disediakan Rumah Sakit Abdul Moeloek. Biaya sewa ambulans sebesar Rp 2 juta.

Delvasari bercerita menggendong jenazah anaknya dengan angkot. (NET)

 

"Tadinya sempat sudah naik ambulans," kata Delvasari, Jumat, 22 September 2017. "Suami saya sedang mengurusi surat menyurat. Tiba-tiba suami saya minta saya turun karena ambulans tak mau mengantarkan akibat ada permasalahan BPJS."

Penyebab petugas ambulans Rumah Sakit Abdul Moeloek menolak mengantarkan jenazah bayi itu karena adanya perbedaan nama yang tercantum antara kartu BPJS dan formulir rumah sakit. Di BPJS, terdaftar nama bayi itu, yaitu Berlin Istana.

Tapi, yang tertulis di formulir rumah sakit adalah nama ibunya, Delvasari. Petugas ambulans, kata Delvasari, menyarankan untuk memperbaiki perbedaan identitas itu. Ketika administrasi sedang diurus, petugas ambulans meminta duit Rp 2 juta.

Delvasari dan suaminya, Ardiansyah, tak sanggup membayar duit itu. Mereka kemudian memutuskan naik angkot sembari membawa tubuh anaknya yang sudah tak bernyawa.

Kisah Delvasari itu menjadi viral di media sosial. Fotonya sedang menangis sembari membawa anak bungsunya itu beredar dan menyita perhatian warganet.

 

 

Menurut Delvasari, ketika di angkot itu, ada seorang perempuan yang menyarankan agar jenazah Berlin diantar menggunakan layanan ambulans gratis dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Delvasari setuju dengan saran itu.

Berlin dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek pada Senin, 18 September 2017. Kondisinya pada saat itu ada benjolan di kepala. Dia sempat dirawat di rumah sakit itu selama dua hari menggunakan fasilitas BPJS.

Kondisi Berlin semakin kritis. Tubuhnya demam tinggi dan kejang-kejang. Dia segera dilarikan ke ruang intensive care unit. Namun, nyawanya tak tertolong. Bayi yang lahir 17 Agustus 2017 itu menghembuskan nafas terakhir pada Rabu pekan ini.

DESTIYANSAH

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments