hero
Presiden AS Donald Trump di Sidang Umum PBB. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

20 September 2017, 12:20 WIB

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT

Presiden Amerika Serikat Donald John Trump mengeluarkan pernyataan keras untuk Korea Utara di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Trump mengancam akan meluluhlantakkan Negeri Juche atas arogansinya luncurkan rudal.

"Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar," kata Trump di New York, Selasa, 19 September 2017 waktu setempat. "Namun jika dipaksa membela diri, kami tak punya pilihan selain menghancurkan Korea Utara."

Presiden AS Donald Trump di Sidang Umum PBB. (REUTERS/Lucas Jackson)



BACA JUGA:
Di Sidang Umum PBB, Trump Akan Bungkam Korea Utara‚Äč
Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Lintasi Jepang

Trump serius ingin menghancurkan Negara Sosialis itu. Di hadapan 193 kepala negara anggota PBB, Presiden AS ke-45 itu sudah kehabisan akal untuk menghentikan kesombongan Korea Utara terkait peluncuran rudal dan uji coba bom nuklirnya.

"Tidak ada bangsa di bumi ini yang menghendaki propaganda militer dengan senjata rudal dan nuklir," ujar Trump. Dia menilai propaganda Korea Utara kebablasan.

Politikus Partai Republik AS itu juga memberikan julukan baru kepada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Dia menyebut Jong-un adalah 'Manusia Rocket'.

"Manusia Rocket (Jong-un) sedang dalam misi bunuh diri untuk negara dan rezimnya," ujar Trump. Pernyataan Trump itu sontak membuat kaget sejumlah kepala negara yang hadir dalam Sidang Umum PBB itu.

Sejumlah kepala negara menyaksikan pidato Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Lucas Jackson)

 

Musababnya, sesaat sebelum Trump pidato, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pesan, "Kita tidak bisa tidur nyenyak jika memilih jalan perang."

Ini merupakan kali pertama Trump berbicara mengenai ancaman serius untuk Korea Utara. Dia kesal lantaran pemimpin di negara berpenduduk 26 juta jiwa itu membuat resah negara-negara sekitar atas peluncuran rudal dan uji coba nuklir.

Di Sidang Umum PBB, Trump menyampaikan pidatonya selama lebih dari 40 menit. Selain membahas ancaman untuk Korea Utara, dia juga menyinggung soal kesepakatan pembatasan nuklir yang diteken bersama Iran dan lima negara pada tahun 2015.

Presiden AS Donald Trump di Sidang Umum PBB ke-72 di New York. (REUTERS/Lucas Jackson)

 

Pada saat itu, Presiden Barack Obama menginsiasi kesepakatan tersebut. Menurut Trump pemufakatan itu telah gagal membuat stabilitas rezim negara-negara di Timur Tengah.

Trump juga menyinggung krisis kemanusiaan yang terjadi di Venezuela. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menurut Trump telah gagal menerapkan sistem sosialisme di negaranya.

REUTERS | CHELZEA VERHOEVEN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments