hero
Kivlan Zen. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

19 September 2017, 12:00 WIB

INDONESIA

Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen membantah disebut sebagai dalang penggerak massa ke kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Ahad malam. Kivlan mengatakan dia sama sekali tidak terlibat dalam insiden itu.

"Kalau saya sebagai dalang, berarti saya menggerakkan dan merancang," ujar Kivlan, saat ditemu di Gunung Pancar, Bogor, Selasa, 19 September 2017. "Jadi tuduhan saya sebagai aktor, dalang, tidak."

Pintu depan kantor YLBHI pecah pascainsiden kerusuhan pada Ahad malam. (NET)



BACA JUGA:
Ini Dua Nama Aktor Pengepung Kantor YLBHI
Polisi Buru Penyebar Hoax Komunis di YLBHI

 

Kivlan mengatakan dia justru diundang oleh perwakilan massa. "Anak muda berusaha ya ngundang (saya). Minta pendapat saya, saya bilang oke bagus. Tapi saya bilang jangan anarkis bawa spanduk jangan masuk halaman."

Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI itu mengaku bahwa pada Jumat, 15 September 2017, dia diundang sejumlah organisasi massa terkait aksi membubarkan acara di kantor LBH Jakarta. LBH Jakarta pada Sabtu menggelar seminar sejarah 1965.

Kerusuhan pecah di depan kantor YLBHI. (NET)

 

Kivlan di rapat itu mengaku memberikan wejangan kepada peserta aksi untuk tidak menggunakan kekerasan jika ingin membubarkan acara tersebut. Dia bahkan mengklaim menginstruksikan peserta aksi tidak masuk ke halaman kantor LBH.

Akhirnya, acara itu dibubarkan setelah adanya pertentangan dari Aliansi Masyarakat Pancasila Antikomunis. Setelah acara itu dibubarkan, Kivlan mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah pegiat demokrasi menggelar acara lagi di kantor yang sama.

"Saya menghadiri demo tidak, jadi semua tidak," ujar Kivlan. "Saya hanya mantau saja. Saya tidak memanas-manasi massa kok. Tidak ada."

Sebelumnya, massa mengepung kantor YLBHI pada Ahad malam. Kumpulan orang yang mengklaim dari Aliansi Antikomunis itu menganggap acara Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi itu terkait dengan Partai Komunis Indonesia.

Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur. (NET/Andri)

 

Padahal menurut Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur acara Asik Asik Aksi itu isinya adalah penampilan musik, pembacaan puisi dan pemutaran film. Acara itu, kata Isnur, juga sudah mendapat izin dari kepolisian.

Asik Asik Aksi merupakan acara yang digelar sebagai bentuk protes pembubaran seminar sejarah 1965 yang digelar pada Sabtu, 16 September 2017. Isnur mengatakan acara Asik tak ada keterkaitannya dengan kebangkitan komunis di Indonesia.

MARIA VERONIKA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments