hero
KTP Elektronik. (ANTARA)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

19 September 2017, 20:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, blangko KTP elektronik tersedia hingga 2018. Zudan mengingatkan Dinas Dukcapil di daerah untuk tidak menyembunyikan ketersediaan blangko yang sebenarnya masih ada. 

"Tolong kepada daerah-daerah, jangan belum dicek tapi sudah bilang blangko habis. Karena ketersediaan cukup," kata Zudan di kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa, 19 September 2017.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. (NET/Hafied Rangga) 

Pernyataan Zudan itu dibuktikan dari hasil inspeksi mendadak ke Kota Cirebon, Jawa Barat, dan Kabupaten Gianyar, Bali.

"Saya sidak ke Cirebon. Saya menyamar sebagai pemohon. Resepsionis mengatakan, 'Pak, Bapak di sini rekam paling banter dapat surat keterangan.' 'Loh, kenapa begitu?' 'Iya, soalnya blangkonya sudah sejak setahun belum dikirim.' Bayangkan, apa nggak langsung berdiri rambut saya," cerita Zudan.

"Saya tanya, 'sudah setahun?' 'Iya pak, blangkonya kosong karena ada kasus korupsi.' Oh tidak ada kaitannya karena korupsinya sudah 2011 sedang berproses, dan lelang jalan terus," tambah Zudan.

e-KTP yang sudah jadi. (ANTARA)

Padahal, lanjut Zudan, di Kota Cirebon masih tersedia 23 ribu blangko. Hal serupa juga terjadi saat Zudan sidak ke Dinas Dukcapil Gianyar.

"Saya nyamar. Mereka kan nggak ada yang kenal saya. Saya datang ke resepsionis, diberi tahu habis. Saya datang ke petugas verifikasi habis," sambung Zudan.

Tak lama Kepala Dinas Dukcapil Gianyar mendatangi Zudan. "Saya tanya blangkonya masih ada berapa? Dibilang masih ada 1.500," ujarnya.

Zudan menunjukkan e-KTP. (NET/Hafied Rangga)

Menurut Zudan, alasan petugas Disdukcapil menyimpan blangko karena takut kehabisan. Padahal, saat ini sedang dilakukan distribusi blangko e-KTP secara bertahap sebesar 7,4 juta keping. Blangko tersebut untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2017. Sementara untuk kebutuhan hingga akhir tahun 2018, sedang dilakukan proses pengadaan blanko e-KTP sebesar 11.500.000 keping.

"Saya nggak tahu kenapa pada hobi nyimpan blangko. Saya tanya kenapa disimpan, 'Kami takut di pusat blangkonya habis.' Saya bilang, 'Oke nggak usah khawatir, blangko tersedia cukup hingga 2018," pungkas Zudan.

KATHERIN AUGUSTINA

42

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments