hero
Gambar Badai Irma dari angkasa. (REUTERS)

EDITOR : TITO SIANIPAR

12 September 2017, 08:10 WIB

AMERIKA SERIKAT

Para ahli menyimpulkan maraknya badai, termasuk Badai Irma dan Badai Harvey sebagai dampak dari perubahan iklim. Pemanasan global dan naiknya permukaan air laut dianggap meningkatkan intensitas badai. 

"Perubahan iklim memberikan faktor resiko seperti penyakit yang harus dipahami asalnya," kata Heidi Cullen, ilmuwan di Climate Central, lembaga advokasi lingkungan dilansir Time, 11 September 2017. Dia menganalogikan perubahan iklim dan badai topan seperti merokok dan kanker paru-paru. 

Badai Irma menerjang Karibia. (REUTERS)

Badai telah melanda Benua Amerika baru-baru ini. Mulai dari Harvey yang meluluhlantakkan Houston, Badai Irma di Florida, hingga Badai Jose dan Katia di Samudera Atlantik dan Teluk Meksiko. Sebelumnya, negara bagian New Orleans juga pernah dihantam Badai Katrina.

Dugaan Climate Central diperkuat dengan analisa Sarah Kapnick, peneliti di National Oceanic and Atmospheric Administration. Menurut dia, badai berawal dari panas di atmosfer yang menciptakan area bertekanan rendah di bawahnya. 

Badai Irma menerjang Kuba. (REUTERS)

Potensi badai ini semakin besar sebab dalam beberapa dekade suhu bumi meningkat 0,99 derajat celcius antara tahun 1951-1980. Bahkan bulan Juli dua tahun lalu, merupakan puncak suhu terpanas dalam rentang 137 tahun.

Gabriel Vecchi, profesor geosains dari Universitas Princeton, mengatakan punya penjelasan. Saat badai terjadi lalu bertemu dengan air laut yang hangat, maka badai akan terus berputar dan awan segera berubah menjadi hujan.

Banjir di Texas akibat Badai Harvey. (REUTERS)

Pasalnya air laut yang hangat memberi energi yang dibutuhkan dalam sistem badai. "Badai di planet yang lebih hangat akan berpotensi meningkatkan curah hujan," kata Vecchi. 

Pemanasan global mengakibatkan lapisan es di Greenland dan Antartika mencair sehingga permukaan air laut naik rata-rata 20 cm. Permukaan laut meningkat berarti pula akan meningkatkan resiko banjir saat badai datang. 

Badai di Florida, 9 September 2017. (REUTERS)

Permukaan laut di Galveston, Texas misalnya, meningkat 32 cm. Daerah ini menderita kerusakan terparah senilai US$23 miliar karena badai Harvey. Di New Orleans yang pernah dilanda badai Katrina, permukaan air lautnya naik 37 cm.

TIME | NEW YORK TIME

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments