hero
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

9 September 2017, 18:10 WIB

INDONESIA

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan lembaganya telah menjalin komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Jalinan komunikasi itu untuk mendinginkan suasana yang sempat panas. 

Khususnya terkait perseteruan antara penyidik senior KPK Novel Baswedan dan Direktur Penyidikan Brigadir Jenderal Aris Budiman.

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman (kiri) dan penyidik senior KPK Novel Baswedan (kanan). (ANTARA)



BACA JUGA:
Novel Baswedan Dilaporkan Aris Budiman
Proses Laporan Aris, Polisi Periksa Pegawai KPK

 

"Sudah beberapa kali Wakapolri bertemu (dengan KPK) untuk win-win solution," kata Tito, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 September 2017. "Komunikasi paling penting kalau ditingkat pimpinan."

Tito tak menjelaskan kapan pertemuan itu digelar. Namun menurut dia, tatap muka antarpimpinan Poliri dan KPK itu diakuinya mencari solusi mengakhiri permasalahan.

Dia juga berharap hubungan seluruh penyidik di KPK membaik pascaperkara Aris dan Novel. Tito meminta pimpinan KPK aktif menjalin komunikasi dengan anak buahnya.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (ANTARA)

"Kalau di KPK tergantung leadership komisioner," ujar Tito. "Karena diharapkan ingin beliau-beliau bisa menjadikan bapak dan ibu yang baik, karena mereka semua anaknya."

Hubungan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman dan penyidik senior Novel Baswedan diterpa isu tidak harmonis. Aris merasa dilecehkan Novel Baswedan.

Penyebabnya adalah sebuah surat elektronik yang dikirim Novel pada Februari 2017. Di dalam surat itu, Novel merasa keberatan atas mekanisme pengangkatan penyidik dari unsur Polri yang merupakan inisiatif Aris.

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman bersiap mengikuti rapat dengar pendapat pada 29 Agustus 2017. (ANTARA)

Surat keberatan itu ditulis Novel dengan menyinggung integritas Aris. Aris merasa profesinya dilecehkan. Dia melaporkan Novel atas tuduhan pencemaran nama baik.

Pada 29 Agustus 2017, Aris hadir di rapat dengar pendapat dengan anggota panitia khusus angket KPK. Di sana, dia mengungkap friksi di internal penyidik Komisi.

JANUAR YUDHA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments