hero
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politik dalam HUT ke-16 Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

9 September 2017, 15:50 WIB

KABUPATEN BOGOR, INDONESIA

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ada lima hal yang harus dibenahi pemerintahan saat ini. Salah satunya adalah upaya dari segelintir orang yang berusaha melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Rakyat menilai pemberantasan korupsi mulai mengalami hambatan," kata Yudhoyono dalam pidatonya di peringatan ulang tahun Partai Demokrat ke-16, di Cikeas, Sabtu, 9 September 2017. "Banyak yang melihat adanya upaya untuk melemahkan KPK."

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengelap keringat di dahi saat memberikan pidato politik dalam HUT ke-16 Demokrat. (ANTARA)



BACA JUGA:
Desakan Pemecatan Direktur Penyidikan KPK Berdengung
Novel Baswedan Dilaporkan Aris Budiman

Presiden RI ke-6 itu tak menyebut secara spesifik perkara apa yang membuat KPK ingin dilemahkan. Dia berharap pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dapat membenahi hal tersebut.

Permasalahan yang dialami lembaga antirasuah dimulai saat Dewan Perwakilan Rakyat membentuk Pantia Khusus Hak Angket KPK. Pansus kemudian memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangannya.

Salah satu dan membuat heboh adalah pernyataan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman. Aris datang ke DPR tanpa izin dari pimpinan Komisi.

Kantor KPK. (NET)

 

Di hadapan anggota panitia khusus, Aris membeberkan permasalahan yang ada di internal lembaganya. Salah satunya menyoal adanya dua friksi di dalam tubuh penyidik.

Aris juga mengakui ada salah satu penyidik senior yang kerap menolak usulan rekrutmen penyidik dari kepolisian karena dinilai akan mengganggu kinerja KPK secara keseluruhan.  Penyidik senior yang dimaksud Aris adalah Novel Baswedan.

Selain itu, Yudhoyono juga menilai penegakan hukum di Indonesia belum sesuai dengan harapan masyarakat. "Rakyat juga melihat penegakan hukum sering kurang adil dan ada nuansa tebang pilihnya," ujar dia.

MARIA VERONIKA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments