hero

EDITOR : REZA ADITYA

7 September 2017, 12:30 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor kesulitan mengungkap jenis senjata yang digunakan Mochamad Akbar untuk membunuh Indria Kameswari. Polisi juga belum menemukan titik terang kepemilikan senjata yang digunakan Akbar.

"Hasil forensik secara resmi memang belum kami dapatkan," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro, di kantornya, Kamis, 7 September 2017. "Kami masih menunggu (pemeriksaan)."

Muhammad Akbar, tersangka pembunuh Indria Kameswari. (ISTIMEWA)



BACA JUGA:
Alasan Akbar Nekat Bunuh Indria Menurut Pakar Psikologi
Odong-odong di Tengah Kisah Cinta Indria dan Akbar
Ini Alasan BNN Bantu Telisik Pembunuhan Indria

 

Menurut Bimantoro dari hasil pemeriksaan sementara, Akbar membunuh Indria menggunakan pistol. Hasil autopsi menunjukkan di punggung Indria terdapat luka tembakan.

Sejatinya untuk mengungkap jenis senjata yang digunakan, polisi bisa menelusurinya dari proyektil yang bersarang di punggung Indria. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait hal itu.

"Nanti kami akan lakukan pemeriksaan, dari hasil autopsi, akan kami cocokan dengan temuan peluru yang dimiliki pelaku," ujar Bimantoro. "Kami masih menunggu hasil yang valid."

Sebelumnya, polisi menemukan tiga butir peluru dari tas Akbar.  Timah panas itu diamankan polisi ketika Akbar hendak kabur ke Batam dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma tepat di hari dia membunuh istrinya.

Petugas keamanan bandara menanyakan muasal peluru itu. Menurut Bimantoro, pada saat itu Akbar mengaku pelor itu milik kakaknya yang seorang anggota aparat keamanan.

Tiga pelor yang ditemukan petugas keamanan Bandara Halim Perdanakusuma saat menggeledah Akbar. (NET)

 

Akbar diminta menghubungi kakaknya oleh petugas terkait adanya mimis itu. Namun, pria berusia 39 tahun itu tak kunjung kembali ke bandara.

"Ternyata Akbar menungu shift petugas keamanan bandara yang berikutnya berganti," ujar Bimantoro. "Kemudian dia masuk lagi untuk menghindari petugas yang sebelumya sudah memeriksa dia. Dan pergi ke Batam."

Teka-teki siapa pemilik pistol itu yang digunakan Akbar untuk menghabisi nyawa istrinya hingga kini belum terkuak. Dugaan sebelumnya mengarah bahwa pistol itu milik Indria. 

Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso. (NET)

 

Indria merupakan pegawai Badan Narkotika Nasional yang bertugas di Balai Diklat Lido. Namun hal tersebut dibantah Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso.

Budi mengatakan Indria tidak dilengkapi senjata saat sedang bertugas. "Pusat rehabilitasi itu tidak ada senjata. Kalau penindakan baru dipersenjatai," ujar Budi.

DEDI JUMHANA

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments