hero
Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno. (ANTARA/Hafidz Mubarak A)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

30 Agustus 2017, 21:20 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno sebagai tersangka kasus suap. Shita disangkakan menerima suap untuk dua proyek.

"Pertama terkait dengan pengelolaan dana jasa kesehataan di RS Kardinah Tegal. Kedua dari fee proyek-proyek di lingkungan Pemkot Tegal," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantor KPK, Rabu, 30 Agustus 2017.

Shita menggunakan rompi tahanan KPK. (ANTARA/Hafidz Mubarak A

Agus menjelaskan, total korupsi dalam proyek pengelolaan jasa kesehatan itu sebesar Rp 5,1 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 1,6 miliar dari jasa pelayanan rumah sakit dengan indikasi diterima dalam rentang waktu Januari-Agustus 2017. Korupsi berikutnya dari fee-fee proyek di pemkot Tegal sekitar Rp 3,5 miliar dalam rentang waktu Januari-Agusutus 2017.

"Pemberian diduga dari rekanan proyek dan setoran dari kepala dinas," kata Agus.

Saat operasi tangkap tangan KPK juga mengamankan uang tunai senilai Rp 200 juta. Uang ditemukan di rumah Ketua Partai Nasdem Amir Mirza Hutagalung. Uang diduga berasal dari Kepala Bagian Keuangan RSUD Kardina Tegal Umi Hayatun. Selain itu ada transfer uang ke rekening Amir di dua bank. Masing-masing kiriman sebanyak Rp 50 juta.

Ruangan Wali Kota Tegal Siti Masitha yang disegel KPK. (ANTARA/Oky Lukmansyah)

Wakil Ketua KPK Basariah Pandjaitan uang suap itu akan digunakan sebagai modal untuk maju Pemilihan Kepala Daerah 2018 mendatang. Rencananya Shita menggandeng Amir sebagai wakil untuk maju dalam Pilkada nanti.

Amir telah juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain Shita dan Amir, Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supardi sebagai pemberi suap juga menjadi tersangka.

BACA JUGA:
Wali Kota Dicokok KPK, PNS Tegal Sujud Syukur
Prestasi Inspiratif Wali Kota Tegal Berakhir di KPK
Siti, Wali Kota Tegal Ketiga yang Terjerat Korupsi

Amir Mirza Hutagalung usai diperiksa di gedung KPK. (ANTARA/Hafidz Mubarak A)

Usai menjalani pemeriksaan, Shita keluar dari kantor KPK menggunakan rompi tahanan KPK. Saat menuju mobil tahanan, dia mengatakan dirinya adalah korban dalam kasus ini.

"Saya adalah korban dari Amir Mirza Hutagalung," kata dia. Namun Shita tidak menjelaskan maksud ucapannya sebagai korban.

ADI SURYO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments