hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

30 Agustus 2017, 09:30 WIB

KOREA UTARA

Pasukan berani mati Korea Utara menggelar latihan terjun payung di wilayah perbatasan. Dalam latihan yang disaksikan langsung Kim Joung-un tersebut, tentara terlihat lompat dari pesawat bersayap ganda (biplan) di ketinggian yang sangat rendah.

Mereka diketahui menggunakan biplan berjenis Antonov An-2 bikinan Uni Soviet. Sebuah pesawat konvensional yang sangat melegenda di era kepemimpinan presiden Joseph Stalin. 

Korea Utara memiliki 300 armada An-2. Pesawat ini memiliki kelebihan bisa terbang pada kecepatan yang sangat rendah, yaitu 30 mil per jam atau setara dengan 50 kilometer per jam. Pesawat ini bahkan bisa terbang mundur jika beradu dengan angin. 

Kim Jong-un meninjau langsung latihan tentara Korea Utara. (KCNA)

Dikutip dari Daily Mail, pesawat buatan tahun 1947 ini memiliki profil radar yang rendah. Artinya, ia sulit dideteksi oleh radar konvensional. Kecepatan yang rendah, secara otomatis, membuat sistem pertahanan anti pesawat terbang mengabaikannya dan membiarkannnya melintas.

Selain bisa terbang lambat, An-2 juga bisa terbang rendah. Ia sanggup melayang di ketinggian kurang dari 50 meter. Kemampuan ini membuatnya sulit dibidik oleh sistem rudal pertahanan udara yang berada di bawah dan jet tempur yang berada di atas.

Tampilan bodi An-2 milik Korea Utara ini juga telah dimodifikasi. Bodi dan sayap bagian bawah dicat biru. Sementara, bodi dan sayap atas dicat hijau. Langkah ini adalah usaha kamuflase agar ia tidak ditembaki dari atas dan bawah.

Pasukan berani mati Korea Utara melompat dari pesawat Antonov An-2. (KCNA)

Foto yang dipublikasi Kantor Berita Korea Utara (KCNA) menunjukan, puluhan tentara meluncur ke bukit dari ketinggian yang sangat rendah. 

Sebagian pengamat militer menganggap, serangan ini akan mematikan bagi unit pertahanan rudal dan unit pertahanan udara jika dilakukan pada malam hari. 

Dikutip dari The Drive, pesawat yang bisa mendarat di jalan raya memungkinkan tentara Korea Utara melakukan serangan mendadak: turun dari pesawat, menyebar, dan menyelinap. 

Satu hal yang sangat dikhawatirkan oleh musuh-musuh Korea Utara adalah, pesawat ini digunakan untuk membawa bom nuklir. Bom dibawa oleh pasukan berani mati lalu diledakan di objek-objek vital negara musuh.

Pasukan berani Mati Korea Utara berpose di depan kamera. (KCNA)

Pergerakan apapun dari Korea Utara menjadi kengerian tersendiri bagi para tetangganya. Kemarin, tak ada angin tak ada hujan, mereka meluncurkan rudal melalui wilayah udara Jepang. Hal ini sontak mengagetkan ratusan ribu warga Pulau Hokkaido yang sedang ertidur nyenyak.

Kini, Korea Utara setidaknya memiliki 1000 senjata artileri yang bisa menjangkau Seoul, kota berpenduduk 25 juta ibu kota Korea Selatan. Bahkan, pemimpin tertinggi mereka Kim Jong-un mengatakan memiliki teknologi yang sanggup memperkecil ukuran senjata nuklir menjadi sebesar rudal balistik jarak jauh.

Latihan menggunakan Antonov An-2 kemudian menimbulkan spekulasi: ratusan pesawat ini akan digunakan untuk membawa bom nuklir.

THE DRIVE | DAILY MAIL

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments