hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

25 Agustus 2017, 15:41 WIB

INDONESIA

Perusahaan teknologi terbesar kedua di Cina, JD.com dikabarkan telah melakukan investasi di perusahaan transportasi online asal Indonesia, Go-Jek.

Sumber terdekat kedua perusahaan berbicara kepada Reuters: langkah ini diambil JD.com untuk meningkatkan kapitalisasinya di wilayah Asia Tenggara--wilayah yang mereka anggap mengalami perkembangan pesat di dunia pedagangan digital.

Sumber Reuters mengatakan, Go-Jek menerima suntikan dana sebesar Rp 1,3 triliun dari perusahaan yang didirikan oleh Liu Qiangdong tersebut. 

JD.com bukanlah satu-satunya pemain global yang menaruh uangnya di Go-Jek. Sebelumnya ada KKR & Co LP, Warburg Pincus LLC, Sequoia Capital, termasuk Tencent, raksasa media sosial Cina yang juga merupakan investor JD.com 

Perusahaan teknologi terbesar kedua di Cina, JD.com dikabarkan telah melakukan investasi di perusahaan transportasi online asal Indonesia, Go-Jek. (Instagram/ Go-Jek)

 

Dari seluruh investor yang masuk, Go-Jek memperoleh dana segar sebesar US$ 1 miliar atau Rp 13 triliun. Hal ini meningkatkan nilai valuasi mereka menjadi Rp 33 triliun. 

Investasi ini menambah daftar panjang uang JD.com yang diparkir di Indonesia. Sebelumnya, mereka telah berinvestasi untuk toko online JD.id dan perusahaan rintisan perjalanan Traveloka.

Investasi JD.com di Go-Jek berselang 1 bulan dari transaksi yang dilakukan saudara mereka sendiri, Tencent. Dikutip dari Reuters, bulan lalu Tencent mengucurkan dana sekitar US$ 100 hingga US$ 150 kepada Go-Jek.

Perusahaan teknologi terbesar kedua di Cina, JD.com dikabarkan telah melakukan investasi di perusahaan transportasi online asal Indonesia, Go-Jek. (Instagram/ Go-Jek)

Bahkan, Tencent telah melakukan pembicaraan lanjutan dengan Go-Jek untuk menambah investasinya guna menjadi investor strategis.

Tren yang terjadi saat ini adalah perusahaan teknologi Cina berbondong-bondong melakukan investasi di Asia Tenggara (Malaysia, Indonesia, dan SIngapura).

Selain JD.com, Alibaba dan Didi Chuxing telah lebih dahulu berinvestasi di Asia Tenggara--kawasan berpenduduk 600 juta yang dianggap berkembang pesat dalam hal perdagangan digital. Yang paling santer adalah, Alibaba menggelontorkan uangnya ke Tokopedia, dan Didi Chuxing berinvestasi untuk Grab.

REUTERS | GOJEK

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments