hero
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menunjukkan duit suap. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

24 Agustus 2017, 21:55 WIB

INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono tersangka dugaan rasuah. Tonny diyakini terima duit dari kontraktor proyek perizinan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

"Kami menyita empat kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dari penerbit yang beda," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di kantornya, Kamis, 24 Agustus 2017. "Dan juga 33 tas isi uang dalam pecahan Rupiah, US$, Poundsterling, Ringgit."

Penyidik KPK menunjukan barang bukti korupsi Dirjen Perhubungan Laut. (ANTARA)

 

Basaria mengatakan duit yang disita penyidik dalam operasi tangkap tangan terhadap Tonny lebih dari Rp 20 miliar. Rinciannya, duit tunai yang disimpan dalam 33 tas itu senilai Rp 18,9 miliar dan saldo di rekening Bank Mandiri sejumlah Rp 1,174 miliar.

Duit itu, kata Basaria, merupakan pemberian khusus untuk Tonny dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama (AGK), Adiputra Kurniawan. AGK merupakan kontraktor yang menangani proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas tahun anggaran 2016-2017.

Adiputra dalam kasus ini juga sudah ditetapkan tersangka oleh Komisi. Basaria mengatakan modus suap yang diberikan Adiputra kepada Tonny tergolong baru.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menunjukkan duit suap untuk Dirjen Perhubungan Laut. (ANTARA)

 

Musababnya, kata Basaria, Adiputra menyerahkan duit haram kepada Tonny dengan cara membukakan rekening atas nama orang lain di salah satu bank. Setelah itu, Adiputra menyerahkan ATM ke Tonny yang  sudah terisi duit.

Basaria menduga duit panas itu diberikan Adiputra tak hanya untuk satu proyek. "Jumlah ini memang banyak jadi tidak mungkin dari satu kasus ini saja," ujar dia.  "Pasti ada dari beberapa kasus tapi masih dalam pengembangan." 

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi dua hari kemarin. Komisi menciduk Tonny di kediamannya pada Rabu malam. 

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyaksikan penyidik KPK menyiapkan barang bukti suap Dirjen Perhubungan Laut. (ANTARA)

 

Kamis pagi, kata Basaria, lembaganya menangkap empat orang secara bersamaan. Mereka adalah Manajer Keuangan PT AGK berinisial S, Direktur PT AGK berinisial DG dan di kantornya di Sunter, Jakarta Utara.

Kemudian Komisi  membekuk Adiputra di apartemennya di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tak hanya Adiputra, lembaga antirasuah  juga menangkap Kepala Sub Direktorat Ditjen Perhubungan Laut berinsial W di kantornya.

Dari lima orang yang ditangkap, baru dua yang ditetapkan tersangka. Basaria mengatakan lembaganya masih memeriksa tiga orang lainnya.

YAKSA SEMBODO | DESYTA PURI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments