Jembatan di atas Sungai Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, roboh. Ambruknya jembatan itu bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan RI ke-72 pada Kamis kemarin.

Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Musababnya, jembatan itu menghubungkan sejumlah desa, yaitu Desa Bangkut Baru dengan Desa Tanipah, Desa Tatah Halayung, dan Desa Antasan.

Di tega desa itu, ada 900 kepala keluarga dengan total penduduk 2.000 jiwa. Kepala Sub Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan Ajun Komisaris Besar Winardi Prabowo akan menyelidiki kasus robohnya jembatan itu.

Diduga ada dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jembatan itu. "Jembatan dibangun dengan biaya Rp 17 miliar pada Juli 2015 dan diserahkan pada Februari 2016, jadi baru satu tahun setengah," ujar Winardi, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Pembangunan jembatan itu menggunakan dana alokasi khusus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2015. Jembatan yang difungsikan untuk mobilitas warga itu malah ambruk dan kini menyusahakan masyarakat.

AKBAR LAKSANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments