hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

17 Agustus 2017, 18:30 WIB

JEPANG

Aokigahara, coba deh sekali-sekali kamu googling dengan keyword itu. Mayoritas informasi yang didapat adalah betapa angkernya hutan di kaki Gunung Fuji ini. Yap, hutan ini memang terkenal sebagai hutan tempat bunuh diri di Jepang. Duh, enggak kebayang deh mau berwisata senang-senang di sana.

Eits, tapi jangan salah. Ketika mengunjungi Jepang di musim panas, saya juga enggak kepikiran untuk jalan-jalan di Aokigahara. Namun, seorang teman saya di sana meyakinkan kalau Aokigahara enggak seangker itu. Bahkan di musim panas, hutannya sangat indah dan banyak hal yang bisa dilihat oleh wisatawan.

Aokigahara di musim panas. (JAPANBYWEB)
 

Dia mengajak saya untuk ikut wisata menyusuri gua yang ada di Aokigahara. Dengan biaya 6000 yen alias sekitar 720 ribu rupiah, saya diberi perlengkapan pakaian khusus dan pelindung kepala untuk caving. Usai berganti pakaian, rombongan kami diangkut van.

Dan benar saja, sesampainya di Aokigahara, hutan yang dijuluki Sea of Tree ini memamerkan keindahannya. Musim panas membuat pohon-pohon berhiaskan dedaunan hijau segar. Udara sejuk dan segar menyambut pengunjung.

Hijaunya daun di Aokigahara menyambut pengunjung. (NET/Mustika)
 

Petualangan menyusuri gua di Aokigahara dimulai! Hutan ini menyimpan sekitar 140 gua, dan kali ini kami diajak menyusuri Gua Angin alias Wind Cave. 10 menit berjalan dari lokasi parkir mobil, sampailah di mulut gua. Untuk masuk ke perut gua, kita harus menuruni tangga kayu. Meski kami datang di musim panas, lantai gua sebagian masih ada hamparan es-nya.

Hati-hati saat menuruni tangga kayu ini. (TADASUKE OMORI)

Makin ke dalam, udara dingin makin menusuk. Tapi pemandangannya makin cantik. Di sisi kanan ada tumpukan es yang menyembunyikan puing gerobak-gerobak kayu. Dulu gerobak ini menjadi tempat menyimpan makanan. Yap, suhu dingin yang stabil disini, membuat penduduk sekitar, di masa lampau, memfungsikannya sebagai kulkas.

Kristal es yang bisa kamu lihat di Wind Cave, meski musim panas. (VOYAGIN)
 

200 meter berjalan, kami diminta berhenti. Sebuah ruangan agak luas menampilkan stalagmit dan stalagtit yang memesona. Serasa berada di ruangan penuh kristal. Suhunya disini mencapai minus 2 derajat celcius.

Wisata ini membuka wawasan baru soal Aokigahara. Bahwa tak sekedar angker, hutan ini juga seru untuk dijelajahi. Pastikan untuk memasukkannya dalam daftar wisata kamu saat mengunjungi Jepang.

Berfoto bersama pemandu wista kami (pakai topi), Tada-san. (NET/Mustika)
 

DIAN KENCANA DEWI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments