hero
Pengguna internet di Cina. (YOUTUBE/alltopten)

EDITOR : TITO SIANIPAR

16 Agustus 2017, 09:10 WIB

CINA

Seorang remaja pecandu internet Li Ao tewas dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya. Remaja berusia 18 tahun itu meninggal dalam waktu 48 jam setelah berada di pusat rehabilitasi ilegal.

"Bekas luka terlihat di seluruh tubuh, dari atas hingga ke ujung kaki," kata ibu korban Liu dikutip dari South China Morning Post, Selasa, 15 Agustus 2017. 

Liu bercerita bahwa dia mengirimkan anaknya ke pusat tersebut pada 3 Agustus 2017 karena Li Ao mengalami kecanduan internet yang serius hingga enggan bersekolah. Ia mengirimnya ke Positive Energy Education Centre yang dikenalnya lewat internet.

Li Ao yang tewas di pusat rehab. (SCMP)

Tampilan promosi di kota Baishan, Lujiang tersebut menarik hati Liu karena menawarkan konseling psikologis dan pelatihan fisik. Ketika datang ke sana, Liu membayar setoran awal 1.000 Yuan (sekitar Rp 2 juta) dari total biaya sebesar 22.800 Yuan. 

Namun dua hari kemudian, Liu sangat terkejut mendapatkan kabar bahwa anaknya masuk rumah sakit dan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan medis menemukan 20 luka memar dan beberapa luka dalam di tubuh remaja itu. 

Luka-luka di Li Ao. (SCMP)

Pejabat pemerintah lokal mengatakan bahwa pusat rehabilitas tersebut tak mengantongi izin beroperasi. Otoritas setempat telah memerintahkan pusat rehab itu tutup pada bulan Juni namun ternyata tetap nekad menerima pasien. 

Kepolisian telah menahan direktur, sejumlah staf dan menutup kantor. Penyebab kematian Li Ao hingga kini masih diselidiki. Kasus ini menjadi perhatian luas di Cina. 

Praktik di pusat rehab. (REUTERS)

Sejumlah media menyerukan pemerintah memperketat pusat rehabilitasi pecandu internet yang menjamur di Cina belakangan. Pusat-pusat tersebut populer meski menjalankan praktik yang berbahaya, seperti memukul pasien, terapi kejut listrik, dan pelatihan fisik ala militer. 

Peneliti dari Universitas Womans Ewha Trent Bax mengatakan, pusat rehabilitasi banyak menggunakan iklan yang memikat untuk mencari konsumen. "Sementara orang tua menginginkan solusi cepat mengatasi masalah anak," kata Bax yang meneliti kecanduan internet di Cina.

Latihan fisik ala militer di pusat rehab. (REUTERS)

Selain itu, masalah utama dari kasus ini adalah kurangnya perhatian orangtua terhadap anak. "Orang tua gagal bertanggung jawab untuk mendidik dan lebih memilih menyelesaikan kasus ini dengan bantuan pihak ketiga," tulis editorial harian Mingguang Daily.

SCMP | BBC

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments