hero
Johannes Marliem. (TWITTER/johannesmarliem)

EDITOR : REZA ADITYA

12 Agustus 2017, 16:00 WIB

AMERIKA SERIKAT

Komisi Pemberantasan Korupsi masih menanti informasi terbaru dari otoritas penegak hukum Los Angeles terkait kematian Johannes Marliem, saksi yang memegang bukti korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Karena lokasinya bukan di Indonesia dan bukan jadi kewenangan KPK, jadi lebih baik tunggu saja informasi dari pihak berwenang sana," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Johannes Marliem merupakan saksi kunci e-KTP. (FACEBOOK/johannesmarliem)



BACA JUGA:
Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem Tewas di Amerika

Marliem merupakan penyedia produk Automated Finger Print Identification System (AFIS) merek L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP. Dia disebut memiliki catatan dan rekaman pertemuan para tokoh yang terlibat.

Dia  tewas dengan luka tembakan di rumahnya di North Edinburg Avenue, Los Angeles. Dia diketahui meregang nyawa pada Rabu, 9 Agustus 2017 malam.

Sebagian menyebut Marliem tewas dengan menembakkan dirinya. Namun laman Los Angeles Times menyebut ada laporan penyekapan dan penyanderaan di salah satu rumah. Polisi setempat sedang menyelidiki kasus itu.

Suasana sekitar lokasi penembakan. (TWITTER/cbslatom)

 

Sepak terjang Marliem di Amerika Serikat ternyata cukup tenar. Situs berita Star Tribune pada April 2013 menyebut pria berusia 28 tahun itu menyumbang duit sebesar US$ 225 ribu atau sekitar Rp 3 miliar untuk pelantikan Presiden Barack Obama.

Dengan jumlah duit sebanyak itu, Marliem dinobatkan sebagai orang nomor dua penyumbang terbesar dalam pelantikan Obama pada tahun 2013. Dia juga mengalahkan pemberian dari Alida Messinger.

Alida adalah kerabat dari dinasti Rockefeller, pebisnis Amerika Serikat yang sebagian kekayaannya digunakan sebagai ajang filantropi dengan mendirikan beberapa yayasan. Alida juga merupakan mantan istri dari bekas Gubernur Minessota Mark Dayton.

Johannes Marliem. (FACEBOOK/johannesmarliem)

 

Marliem dikenal di Amerika Serikat sebagai Chief Executive Officer Marliem Marketing Group di Minneapolis. Dalam laporan Star Tribune juga menyebut pengusaha muda asal Indonesia itu pernah memberikan duit US$ 2.500 untuk kampanye Obama.

Bahkan Marliem menaikkan sumbangannya menjadi US$ 70 ribu agar Obama kembali menjadi Presiden AS periode kedua. Sejumlah kalangan mulai menyoroti rekam jejak pengusaha muda itu.

Ternyata, trek tapaknya menunjukan bahwa Marliem pernah terlibat kasus penipuan yang sudah divonis Pengadilan Hennepin pada 2010. Marilem terbukti melakukan penipuan cek kosong senilai US$ 10 ribu.

Pada saat itu, Marliem mengaku bersalah atas kasus yang menjeratnya. Namun dia memastikan bahwa adanya cek kosong itu akibat dari kesalahan ringan karena sering bolak-balik ke Indonesia. 

TIM LIPUTAN | LUCY OLOAN| STAR TRIBUNE

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments