hero
Pangkalan militer Amerika di Guam. (US NAVY)

EDITOR : TITO SIANIPAR

11 Agustus 2017, 08:10 WIB

AMERIKA SERIKAT

Pulau Guam di kawasan Pasifik barat akan menjadi sasaran rudal Korea Utara, sebagai bentuk permusuhan terhadap Amerika Serikat. Menjelang detik-detik menegangkan tersebut, pejabat lokal dan gereja meminta warganya agar tak cemas.

Gubernur Guam Eddi Baza Calvo mengatakan ancaman Korea Utara tidak akan terjadi. "Penting untuk menyebarkan pesan ini, bukan saatnya masyarakat Guam panik," kata Calvo dalam konferensi pers dilansir The New York Times, Rabu, 9 Agustus 2017.

Tak hanya lewat media massa, himbauan agar penduduk tak cemas disampaikan melalui gereja. Keuskupan Agung Agana --ibukota Guam, meminta umat Katolik lebih banyak berdoa, agar Guam tetap damai dan terhindar dari peperangan. 

Pangkalan militer Amerika di Guam. (ABC NEWS)

Sehari sebelumnya, Korea Utara mengumumkan untuk pertama kali bahwa mereka merencanakan serangan rudal terhadap Guam, yang merupakan markas militer AS. Titik itu dianggap strategis karena ada sekitar 13 ribu tentara AS di pulau seluas 550 kilometer persegi itu.

Penduduk Guam yang mayoritas beretnis Chamorro yang mulai cemas tetap melakukan rutinitas seperti biasanya. Termasuk juga para wisatawan. "Semua orang gugup, tapi orang-orang di luar sana mungkin lebih gugup melihat kami," kata Josie Sokala, warga desa Mangilao.

Turis di Guam. (NEW YORK TIMES)

Namun di tengah kepanikan itu, beberapa warga sangat mempercayai apa yang disampaikan pemimpin lokal mereka. "Gubernur kami meyakinkan bahwa ancaman ini tidak perlu ditakuti," kata Sokala. "Kami hanya mencoba tidak berpikir terlalu banyak."

Guam berada di sekitar 3.400 kilometer tenggara Pyongyang, 6.100 kilometer barat Honolulu, Hawaii, dan 1.800 kilometer utara Jayapura. Guam yang diserahkan oleh Spanyol ke Amerika pada 1898, setelah Spanyol kalah perang, lekat dengan sejarah yang berdarah. 

Anak-anak Chamorro di Guam. (ABC NEWS)

Tahun 1941, Guam dikuasai Jepang setelah menyerang Pearl Harbor yang mengakibatkan sekitar seribu orang terbunuh selama tiga tahun. Baru pada 1944, AS merebut kembali pulau ini melalui pertempuran melawan Jepang.

Sejak saat itu, pulau berpenduduk 163 ribu jiwa itu menjadi titik penting militer AS di Pasifik Barat. Sepertiga pulau ini dimiliki militer AS, ditandai dengan berdirinya Pangkalan Angkatan Laut Andersen dan Pangkalan Laut Guam. 

Kehidupan sehari-hari di Guam. (NEW YORK TIMES)

Korea Utara rencananya akan menggunakan rudal balistik Hwasong-12 jarak menengah ke dekat Guam untuk melawan Amerika. Menghadapi ini, Presiden Donald Trump mengancam balik akan membalas Korea Utara.

NEW YORK TIMES | ABC |  THE ATLANTIC

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments