hero

EDITOR : TITO SIANIPAR

11 Agustus 2017, 18:55 WIB

AMERIKA SERIKAT

Hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Ancaman dan sanksi ekonomi dari Dewan Keamanan PBB, tak menyurutkan langkah Korea Utara untuk mengirimkan rudalnya ke Pulau Guam, pusat pangkalan militer AS di kawasan Pasifik Barat.

Persiapan empat roket Hwasong-12 untuk menyerang Guam diperkirakan selesai pada pertengahan Agustus. Empat roket ini akan mengenai 30-40 km perairan dekat Guam. 

Bahkan pada Rabu, 9 Agustus 2017, ribuan warga Korea Utara berkumpul di Kim II Sung Square. Mereka memberikan dukungan pada pemerintah Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) untuk melawan Amerika. 

"Ayo menjadi peluru dan bom yang dengan setia membela pemimpin tertinggi Kamerad Kim Jong Un," teriak massa seperti dilansir Newsweek, 10 Agustus 2017. 

Memanasnya tensi kawasan Asia Pasifik ini tak lepas dari kata-kata yang diucapkan masing-masing pemimpin. Berikut ini urutan waktu memanasnya hubungan AS dan Korea Utara sejak awal tahun ini.

2 Januari
Lewat akun Twitternya, Trump menyinggung bahwa Korea Utara sedang menyiapkan nuklir yang dapat mencapai wilayah AS.

11 April
Kementerian Luar Negeri mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan mendekatnya kapal induk AS untuk latihan militer bersama Korea Selatan. 

"Jika AS berani melakukan tindakan militer, Korea Utara siap menghadapi dengan tindakan apapun yang diinginkan Amerika," tulis penyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

18 April
Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Han Song Ryol, kembali mengancam akan melakukan perang habis-habisan apabila AS ceroboh menggunakan cara militer. "Kami akan bereaksi dengan serangan nuklir, dengan gaya dan metode kami sendiri," katanya.

Parade militer Korea Utara. (REUTERS)

24 April
Saat makan siang bersama para duta besar negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB, Donald Trump meminta mereka mengubah kebijakannya terhadap Korea Utara. "Rudal nuklir dan balistik Korea Utara adalah ancaman bagi dunia. Dewan Keamanan PBB harus menjatuhkan sanksi lebih kuat," ujarnya.

28 April
Trump kembali menyinggung Korea Utara di Twitter. "Korea Utara tidak menghormati keinginan Cina ketika rudal mereka tembakkan, meskipun uji coba tersebut tidak berhasil," tulisnya.

30 April
Saat diwawancarai CBS, Trump mengatakan Kim Jong Un mirip "kue yang cerdas" karena telah mengambil alih kekuasaan setelah kematiaan ayahnya di tahun 2011. "Padahal banyak yang menginginkan jabatan itu; pamannya, atau yang lainnya," ujar Trump.

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. (REUTERS)

Awal Juni
Kementerian Luar Negeri AS terganggu dengan artikel surat kabar Korea Utara Rodong Sinmun. Artikel itu menyinggung New York yang berada dalam jangkauan rudal balistik antarbenua.

30 Juni
Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Trump mengatakan: "Masa-masa sabar untuk menghadapi Korea Utara telah habis. Kediktatoran Korea Utara tidak menghargai keselamatan rakyat dan kehidupan manusia," ujarnya.

4 Juli
Trump kembali mengecam Korea Utara di Twitter setelah negara Komunis itu meluncurkan serangan rudalnya. "Korea Utara baru saja meluncurkan rudal lain. Apakah orang ini (Kim Jong Un) tak bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dalam hidupnya?" cuitnya.

Presiden Amerika Donald Trump. (REUTERS)

7 Agustus
Korea Utara mengeluarkan pernyataan akan melakukan balas dendam ribuan kali lipat terhadap Amerika. Ancaman ini untuk menanggapi sanksi internasional yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB, yakni larangan mengekspor batubara, besi, timah, dan makanan laut yang diperkirakan senilai US$ 1 miliar per tahun. 

"Adalah gagasan yang liar jika berpikir bahwa Korea Utara akan terguncang oleh sanksi yang dibikin oleh kekuatan yang rapuh ini," tulis pernyataan resmi Pyongyang.

8 Agustus
Trump memperingatkan Korea Utara untuk menghentikan ancamannya terhadap AS. "Amerika akan menyambut ancaman Korea Utara dengan api dan kemarahan, bahkan dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya," ujar Trump.

Persiapan sekutu Amerika Jepang hadapi Korea Utara. (REUTERS)

9 Agustus
Korea Utara mengancam akan menyerang Pulau Guam di Samudera Pasifik yang terdapat pangkalan militer Amerika. Korea Utara berencana menjatuhkan rudal di laut sekitar Guam.

ABC | NEWSWEEK 

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments