hero
Ilustrasi milenial yang selingkuh. (NETZ/Tito)

EDITOR : TITO SIANIPAR

10 Agustus 2017, 09:45 WIB

EROPA

Generasi milenial saat ini cenderung lebih suka berselingkuh ketimbang menjalin komitmen serius dengan pasangan mereka. Tidak puas terhadap pasangan hingga perasaan ingin merdeka menjadi alasan utama mereka melakukan hal tersebut.

Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan Universitas Tennessee. Mereka baru-baru ini mempublikasikan penelitian mereka di Journal of Sex Research mengenai alasan generasi milenial berselingkuh. "Alasan utama dan terbesar adalah kemerdekaan," lansir laman Independent, Selasa 8 Agustus 2017.

Mereka meneliti 104 orang dewasa muda yang berusia rata-rata 22 tahun dengan 59,6 persen responden adalah perempuan. Seluruh partisipan mengaku mengkhianati pasangan mereka dalam enam bulan terakhir. 

Universitas Tennessee. (WIKIMEDIA)

Hasil penelitian menunjukkan, 73 persen partisipan menjawab mereka berselingkuh karena tidak puas dengan hubungan sebelumnya. "Mereka mencoba oang baru untuk melihat apakah dapat memuaskan apa yang kurang dengan hubungan sebelumnya," tulis hasil penelitian.

Salah satu responden wanita asal Cambridge mengakui mengkhianati pacar yang dianggapnya egois dan mengekang. "Dia tidak memberi saya kepercayaan, dan lalu ada orang lain bersedia membuat saya merasa istimewa," kata perempuan 24 tahun ini. 

Kecenderungan generasi milineal berselingkuh dianggap sebagai jalan seseorang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan individual. Apalagi masa dewasa adalah masa untuk bereksplorasi dan bereksperimen.

Kehidupan generasi milenial. (FLICKR)

Hasil itu didukung pendapat pakar seksologi Tracey Cox. Menurut dia, generasi milenial berusia 20-an saat ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dewasa secara emosional. "Generasi milenial menguji komitmen dan hubungan mereka pada tahap selanjutnya," kata dia.

Faktor lain, ungkap Cox, karena generasi milenial tinggal lebih lama bersama orang tua dibandingkan generasi sebelumnya. Sehingga waktu bersama teman seusianya kurang dan mereka menghadapi hambatan ekonomi untuk naik ke jenjang rumah tangga. 

Kehidupan generasi milenial. (WIKIMEDIA)

Peneliti Jerika Norona memberikan saran agar generasi milenial memikirkan apa yang sebenarnya diinginkan sebelum memulai hubungan serius. "Ini bisa membantu tujuan individu mendapatkan hubungan yang tepat," katanya.

THE INDEPENDENT | DAILYMAIL

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments