hero
(MAMAJOURNAL)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

8 Agustus 2017, 07:50 WIB

INDONESIA

Peristiwa nahas menimpu putri pasangan Wisnu dan Aniswatin, warga Malang, Jawa Timur. Bocah berusia 8 tahun tersebut tewas digigit anjing jenis pitbull di bagian leher saat bermain di rumahnya, Minggu (06/08/2017), sekitar pukul 16.00 WIB.

Diduga anjing tersebut mengalami stress sehingga menyerang sang anak. Peristiwa semacam ini masih sering terjadi padahal seharusnya bisa dicegah. Yang perlu dipahami, ada sejumlah alasan yang menyebabkan anjing menjadi agresif yang dapat menyerang fisik maupun mental korban, khususnya anak-anak.

Anjing jenis pitbull yang menyerang seorang bocah hingga tewas di Malang, Jawa Timur. (BERBAGAI SUMBER)

Anjing merupakan hewan yang hidup dan memburu makanan secara berkelompok atau bersosial. Kebiasaan dan insting perilaku anjing sangat bergantung pada interaksi yang diterimanya, dan cara ia diperlakukan.

Ukurannya yang lebih besar daripada batita atau balita bisa membuat anjing merasa superior, dan cenderung menimbulkan insting posesif terhadap teritori atau orang yang dikenalnya. Begitu pula dengan batita atau balita, mereka belum memahami konsep teritori atau batas jarak dengan hewan di sekitar mereka.

Ukurannya yang lebih besar daripada batita atau balita membuat anjing merasa superior. (NAJMAMA)

Enggak jarang, anjing menggigit karena anak menarik ekor, bulu, atau telinganya. Atau bisa juga karena anak mengejutkan si anjing atau berlari saat anjing mendekat.

Enggak ada salahnya memperkenalkan anjing peliharaan kepada anak-anak sejak dini, namun harus disadari bahwa interaksi keduanya harus sangat diawasi. Menurut Edward P. Buchanan, seorang ahli bedah pediatri dalam artikelnya, interaksi antara anjing peliharaan dan anak sebaiknya dimulai saat anak sudah masuk usia sekolah.

Sebaiknya interaksi antara anjing peliharaan dan anak dimulai saat anak sudah masuk usia sekolah. (MADPAWS)

Itu karena anak usia sekolah sudah dapat memahami arahan orang tua dalam menghindari cara berinteraksi yang salah dengan anjing. Anak-anak bisa diajarkan untuk tidak mendekati anjing yang tidak dikenal, tidak meneriaki, atau melarikan diri dari anjing secara tiba-tiba, dan tidak bermain dengan anjing tanpa pengawasan orang dewasa.

Anak-anak juga harus diajarkan untuk tidak mengganggu anjing yang sedang makan, tidur, atau sedang menyusui anak-anak anjingnya. Ajari juga anak untuk membiarkan anjing mengendus mereka sebelum disentuh atau diajak bermain.

Ajarkan anak untuk tidak mengganggu anjing yang sedang tidur, menyusui, dan makan. (SHEKNOWS)

Gigitan anjing pada anak yang terjadi secara serius harus segera ditangani oleh pihak medis. Sebab, anjing memiliki bakteri dalam mulutnya yang dapat menyebar dan menimbulkan infeksi pada luka gigitan.

Anjing sering menggigit di area wajah, leher, atau kepala karena biasanya bagian tubuh itulah yang paling dekat dengan jangkauan anjing. Luka pada bagian-bagian tubuh tersebut biasanya lebih serius dan butuh proses penyembuhan yang lebih intensif.

Anjing sering menggigit di area yang paling dekat dengan jangkauan anjing, seperti wajah, leher, atau kepala. (ERUPORTAL)

Enggak hanya itu, peristiwa anjing menggigit juga bisa menimbulkan luka emosional pada anak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya langsung berkonsultasi pada pihak medis profesional yang spesifik menghadapi permasalahan ini agar anak mendapat perawatan yang tepat. Trauma anak terhadap gigitan anjing harus diatasi agar anak enggak mengalami kejadian serupa di kemudian hari.

 

KSDK| PERTH NOW| THE SUN| CESARSWAY

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments