hero
Muhadkly MT alias Acho. (INSTAGRAM/@muhadkly)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

6 Agustus 2017, 13:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Komika Muhadkly MT alias Acho dilaporkan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Kasus artis stand up comedy itu berawal saat ia mengunggah sebuah tulisan di blog pribadinya, muhadkly.com.

Dalam tulisan berjudul "Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya" pada 8 Maret 2015, Acho mempertanyakan komitmen pengembang apartemen.

Tulisan blog Acho soal Apartemen Green Pramuka City.  (muhadkly.com)

Acho menulis, ia tertarik membeli sebuah unit di Apartemen Green Pramuka City karena janji konsep green living, di mana 80 persennya adalah ruang terbuka hijau. Namun, Acho kecewa karena dalam perjalanannya, pengembang membangun 17 tower di atas lahan terbuka hijau tersebut.

Ia juga menulis beberapa permasalahan yang dialami selama tinggal di apartemen. Acho menulis kerugian yang dialaminya sebagai konsumen berdasarkan bukti yang terjadi, bukan sekadar opini tanpa dasar. Maksud Acho berbagi kisah di blog, agar orang lain berhati-hati saat memutuskan membeli unit apartemen di Green Pramuka City. Namun tulisan tersebut berbuah kasus hukum.

Aksi penghuni Green Pramuka memprotes pengelola. (muhadkly.com)

Ade Wahyudin dari Lembaga Bantuan Hukum Pers menyampaikan, Danang Surya Winata selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera -pengelola Apartemen Green Pramuka- melaporkan Acho ke polisi dengan dugaan melakukan pencemaran nama baik sesuai pasal 27 ayat 3 UU ITE dan pasal 310-311 KUHP pada 5 November 2015.

Pada 26 April 2017, Acho dipanggil Cyber Crime Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi kasus pencemaran nama baik tersebut. Acho kemudian diperiksa sebagai tersangka pada 9 Juni 2017.

Acho sempat mengirimkan surat ke pihak pelapor untuk meminta dilakukan mediasi sesuai arahan penyidik. Permintaan mediasi juga disampaikan lewat telepon ke Danang, namun ditolak.

Aksi warga Apartemen Green Pramuka City. (muhadkly.com)

Pada 17 Juli 2017, Acho kembali datang ke Polda untuk pengambilan sidik jari dan foto tersangka. Berkas Acho dinyatakan lengkap dan 7 Agustus 2017 berkas akan dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Ade, perbuatan Acho adalah bentuk penyampaian pendapat yang legal, bagian dari hak menyampaikan pendapat dan berekspresi sebagaimana dijamin oleh Pasal 28 F UUD 1945.

"Lembaga Bantuan Hukum Pers dan SAFEnet menyesalkan pemaksaan kasus ini hingga sampai ke tahap P21 karena kasus Acho ini jelas tidak layak disidangkan dan tidak ada unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukannya," kata Ade dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu, 5 Agustus 2017.

Muhadkly MT alias Acho. (INSTAGRAM/@muhadkly)

Kasus Acho, lanjut Ade, juga bentuk bukti konsumen yang dirugikan namun malah dipidanakan dengan pasal represif dalam Undang-undang ITE. "Ini membuktikan keganasan UU ITE dalam mengekang kebebasan berpendapat dan berekspresi," tambah Ade. 

LBH Pers dan SAFEnet mendesak Kapolda Metro Jaya untuk menghentikan kasus Acho dan Kejati DKI Jakarta menolak pelimpahan berkas dan tersangka dari polisi.

Hingga berita ini diturunkan, NETZ belum berhasil mengonfirmasi pengelola Apartemen Green Pramuka City maupun Danang Surya Winata, kuasa hukum pengelola.

TIM LIPUTAN

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments