hero
Helikopter BNPB memadamkan kebakaran lahan dari udara di Ogan Komering Ilir. (ANTARA/Nova Wahyudi)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

3 Agustus 2017, 23:00 WIB

SUMATERA SELATAN, INDONESIA

Pantauan udara Badan Penanggulangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan memperlihatkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir mulai meluas. BPBD Sumsel mencatat terjadi peningkatan jumlah hot spot atau titik panas di Sumsel.

Hingga Kamis, 3 Agustus 2017, data BPBD Sumsel menunjukkan ada 20 titik panas yang tersebar di 10 daerah.

Pemadaman kebakaran lahan dari udara di Ogan Komering Ilir (OKI). (ANTARA/Nova Wahyudi)

Kabupaten Ogan Komering Ulu memiliki 5 titik panas. Disusul Kabupaten Musi Rawas dengan 3 titik panas. Kemudian, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Empat Lawang dengan masing-masing 2 titik panas. Sisanya tersebar di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Penukal Abab Lematang Ilir.

Antisipasi pertambahan titik panas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta BPBD mengefektifkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Asap membubung dari lahan yang terbakar di Ogan Ilir. (ANTARA/Nova Wahyudi)

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho meminta, tim satuan tugas terpadu bergerak lebih cepat untuk pemadaman api. "Ketika terpantau adanya kebakaran hutan dan lahan maka segera melakukan pemadaman baik dari satgas udara maupun darat," kata Sutopo di Palembang.

Sutopo meminta langkah antisipasi dan pemadaman harus digencarkan. Menurut dia musim kemarau belum akan berakhir. Peningkatan intensitas cuaca kering selama musim kemarau pun terus terjadi.

"Puncak kemarau nanti diperkirakan pada September, sehinga potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel akan terus meningkat," ujar Sutopo.

Petugas gabungan berusaha memadamkan api di Kabupaten Ogan Ilir. (ANTARA/Nova Wahyudi)

Sutopo meminta koordinasi satuan tugas dan BPBD Sumsel terus ditingkatkan untuk pencegahan maupun penanggulangan karhutla.

Selain Sumatera Selatan, BNPB telah menetapkan status siaga darurat karhutla di provinsi lainnya. Status siaga darurat ditetapkan pada Provinsi Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Untuk mendukung operasi karhutla, BNPB mengerahkan 18 helikopter waterbombing. Helikopter disebar di Riau sebanyak 5 unit, Sumsel 5 unit. Kalimantan Barat 4 unit, Jambi 2 unit dan Aceh 2 unit.

ARDHIASNYAH NUGRAHA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments