hero
Pelaku terkait kasus pengeroyokan Ricko Bobotoh Persib. (NET/Anggi Putra)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

1 Agustus 2017, 20:00 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Polisi Resor Kota Besar Bandung menangkap pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Ricko Andrean bobotoh Persib Bandung meninggal dunia. Salah satu yang ditangkap adalah Wugi Fahrul Rozak, 19 tahun, warga Ciparay, Kabupaten Bandung.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo mengatakan, pada waktu kejadian pelaku ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban. "Hasil pemeriksaan pelaku menendang korban di bagian dada," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Selasa, 1 Agustus 2017.

Polisi menangkap 1 pelaku pengeroyokan dan 4 pelaku pengunggah foto-foto Ricko saat peristiwa terjadi. (NET/Anggi Putra)

Hendro menjelaskan, Wugi ditangkap Minggu, 30 Juli 2017 lalu. Polisi mengetahui Wugi setelah mengumpulkan bahan keterangan dari beberapa saksi. Polisi juga menelusuri sejumlah video amatir.

Keberadaan FG tercium polisi menyusul postingan foto pascapengeroyokan Ricko di media sosial. Postingan Wugi bernada provokasi dan tergolong ujaran kebencian. "Kami menyita barang bukti berupa sepatu, topi dan baju yang dikenakan," kata Hendro.

Barang bukti yang disita polisi. (NET/Anggi Putra)

Polisi sudah mengantongi sejumlah nama lain yang terlibat pengeroyokan. Saat ini, polisi sedang melakukan pengejaran terhadap 4 orang yang sudah diidentifikasi polisi.

Selain Wugi, polisi juga menahan empat orang lainnya. Mereka adalah GRF, AK, EM dan SL. Keempatnya kedapatan memposting foto-foto saat Ricko terkapar. Postingan mereka disertai ujaran kebencian. Pelaku yang masih di bawah umur itu dijerat polisi dengan UU ITE.

Ricko Andrean. (TWITTER/@persib)

Ricko Andrean tutup usia pascapengeroyokan sesama bobotoh Persib. Ricko menjadi korban karena berusaha melerai pengeroyokan terhadap suporter lain saat berlangsungnya pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 22 Juli 2017 lalu.

BACA JUGA
Polisi Periksa 8 Orang Terkait Tewasnya Ricko Andrean
Kisah Ricko Andrean, Sang Bobotoh Penolong
Ricko Bobotoh Penolong Suporter Tutup Usia

Akibat pengeroyokan, Ricko mengalami luka-luka cukup parah. Sempat dirawat selama 5 hari di Rumah Sakit Santo Yusup, Ricko menghembuskan nafas terakhir, Kamis, 27 Juli 2017.

ANGGI PUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments