hero
Ketua KPK Agus Rahardjo di kantor NET. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

27 Juli 2017, 11:00 WIB

INDONESIA

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo akan memberikan hadiah kepada penyidik senior Novel Baswedan sekembalinya dari Singapura ke Indonesia. Bentuk hadiah yang dijanjikan Agus adalah jabatan baru untuk Novel di Komisi.

"Apa yang dapat diberikan KPK kepada Novel," kata Agus, di kantor NET, Rabu, 26 Juli 2017, malam. "Sebetulnya banyak posisi direktur yang kosong hari ini di KPK."

BACA JUGA:
Hampir Bersamaan, Novel Dibela dan Dilaporkan
Polisi Ogah Tanggapi Video Novel Baswedan
Pesan Novel dari Singapura untuk Penyerangnya

Novel Baswedan saat terjerat kasus sarang burung walet. (ANTARA)

Agus mengaku kagum dengan sikap Novel. Menurut dia, mantan anggota Polri itu tegas dan tak gentar dalam bekerja meski kerap menjadi korban penyerangan orang tak dikenal.

"Intinya ingin berharap kalau tadi yang menjaga standar etika dan norma yang bagus di KPK," ujar Agus. "Tuh ada direktur pengawasan internal, ini mengawasi keuangan, mengawasi kinerjanya saja."

Menurut Agus, jika Novel diberikan jabatan sebagai direktur pengawasan, dia haqul yakin kinerja pegawai di Komisi akan semakin lebih baik. "Kinerja pegawai diawasi oleh orang yang karakternya seperti itu akan bagus."

Novel Baswedan saat di sidang praperadilan dalam kasus dugaan penganiayaan. (ANTARA)

 

Namun menurut Agus, hadiah atau promosi untuk Novel itu masih dalam pertimbangan. Dia harus menanyakan lebih lanjut kepada sepupu Anies Baswedan itu yang kini masih berada di Singapura untuk pengobatan mata.

"Ya nanti kami lihat perkembangannya. Tapi intinya begitu, bahwa penghargaan kepada dia tidak boleh kita lupakan," kata Agus. "Karena kontribusimnya kepada KPK sudah sangat besar. Termasuk korban dari target yang terjadi."

Novel Baswedan merupakan penyidik kawakan di KPK. Dia merupakan alumnus Akademi Kepolisian tahun 1998. Setelah lulus Akpol, pria kelahiran tahun 1977 itu ditugaskan di Kepolisian Resor Bengkulu.

Karirnya moncer dan pada tahun 2004, Novel menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu sampai tahun 2005. Di tahun 2007, dia ditugaskan Korps Bhayangkara sebagai penyidik KPK.

Novel Baswedan. (ANTARA)

 

Saat itu, Komisi dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki. Novel sukses mengungkap beberapa kasus besar. Di antaranya adalah kasus korupsi pembangunan wisma atlet Hambalang yang melibatkan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin.

Novel juga berhasil mengungkap kasus suap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Selain itu kasus besar korupsi simulator SIM yang melibatkan Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

ANGGY PASARIBU

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments