hero
Mata Novel Baswedan yang rusak oleh air keras. (ISTIMEWA)

EDITOR : TITO SIANIPAR

26 Juli 2017, 17:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan masih belum menemukan titik terang soal siapa pelakunya. Sejumlah aktivis antikorupsi mempertanyakan penyelidikan polisi, dan di saat yang hampir bersamaan, Novel dilaporkan ke polisi oleh saksi korupsi.

Novel dilaporkan oleh Niko Panji Tirtayasa pada Selasa, 25 Juli 2017 malam ke Bareskrim Mabes Polri. Niko melaporkan Novel karena dugaan pelanggaran selama diperiksa, yakni intimidasi, memaksa memberi keterangan, hingga merampas kemerdekaan.

"Kami selama ini masih dalam tekanan. Inilah waktunya untuk melaporkannya," kata Niko usai melapor di Bareskrim Polri. Ia juga menampik jika laporannya terkait hak angket KPK di DPR. "Ini bukti sedikit banyak, seperti yang ada di hak angket," imbuh dia.

Niko Panji ketika melaporkan Novel. (NET/Andre)

Dalam surat laporannya diketahui bahwa Niko melaporkan Novel atas dugaan pelanggaran terhadap beberapa beleid. Yakni Pasal 263, 264, 266, 242, dan 421 KUHP. "Silakan tanya lengkapnya ke pemeriksa. Kami tidak bisa menjelaskan di sini," kata Niko.

Niko adalah saksi kasus suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar yang sudah dihukum pengadilan tindak pidana korupsi. Niko merupakan keponakan Muchtar Effendy, terpidana kasus suap Akil. Suap terbukti mempengaruhi putusan MK atas sengketa pilkada.

Novel dirawat pasca disiram air keras. (NET/Luqman)

Berselang tak lama dari pelaporan Niko, sejumlah aktivis antikorupsi mengadakan konferensi pers mempertanyakan lambatnya penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK itu. Mereka antara lain PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras, dan LBH Jakarta.

"Kasus penyiraman Novel itu tidak jalan karena kalau ada yang berani buka kasus itu maka akan dicarikan kesalahan-kesalahannya," kata Haris Azhar, Koordinator Kontras. Menurut dia, ada pertarungan kekuatan dalam tubuh Polri dalam menangani penganiayaan Novel ini.

Konferensi pers mendesak pengungkapan kasus Novel. (NET/Tama)

Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar mendesak Presiden Joko Widodo bersikap dan membentuk tim gabungan pencari fakta yang independen guna mengungkap kasus itu. "TGPF penting untuk menghindari politik kepentingan atau saling sandera di tubuh Polri," ujarnya.

Novel disiram air keras usai salat subuh di dekat rumahnya pada 11 April 2017 lalu. Sejumlah kejanggalan penanganan ini didapati. Salah satunya adalah hilangnya sidik jari pada cangkir yang digunakan penyerang Novel menyiramkan air keras.

TRI ISWANTO | ANGGY PASARIBU

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments