EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

25 Juli 2017, 06:05 WIB

LAMONGAN , INDONESIA

Di Indonesia pernah booming sinetron ’Tukang Bubur Naik Haji’. Ceritanya menarik perhatian karena berisi perjuangan seorang penjual makanan yang bisa pergi ke tanah suci.

Nasib serupa dialami oleh Murip, nenek pencari barang bekas dari Lamongan, Jawa Timur. Wanita 62 tahun ini harus menunggu sembilan tahun untuk mendapat giliran pergi ke Tanah Suci Mekkah.

Nenek Murip sedang memilah-milah sampah yang telah dikumpulkan. (NET/Mohammad Mahrus)

Untuk memenuhi biayanya, Murip bekerja mengumpulkan barang bekas. Dia juga berprofesi sebagai tukang pijat di kampungnya, Desa Bulu Brangsi, Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur.

“Cita-cita kepengen naik haji sudah lama. Saya kumpulkan (uang), cari sampah setiap hari. Mulai dari muda sampai sudah tua, sampai tidak menghitung lagi,” cerita Murip.

Nenek Murip sedang mengumpulkan sampah. (NET/Mohammad Mahrus)

Setiap hari dia menyisihkan uang Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu, yang ia titipkan ke saudaranya untuk tabungan pergi haji. Sementara sisa penghasilannya dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Perjuangan dari nenek yang tinggal bersama satu cucunya ini enggak sia-sia. Bulan Agustus 2017 nanti, Murip akan berangkat ke haji melalui KBIH An-Nahdliyah Madura.

Persiapan Nenek Murip sebelum berangkat haji. (NET/Mohammad Mahrus)

Sebelumnya pada 2016, nenek Murip pernah mendapat kesempatan pergi haji. Tapi keberangkatannya ditunda karena usia nenek ini yang lebih muda dibanding calon haji lainnya. Sekarang menjelang keberangkatan ke tanah suci, nenek Murip sudah menyiapkan berbagai kebutuhan ibadahnya nanti.

MOHAMMAD MAHRUS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments