hero
Presiden Joko Widodo sebelum memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 24 Juli 2017. (SETKAB)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

24 Juli 2017, 13:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri Kabinet Kerja agar berhati-hati dalam menerbitkan peraturan menteri (Permen). Presiden meminta menteri memperhitungkan betul sebelum mengeluarkan permen.

Menurut Presiden, ada peraturan menteri yang direspon tidak baik oleh investor dalam rentang waktu 1 hingga 2 bulan belakangan. Presiden memberi contoh Menteri Siti Nurbaya di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral yang dipimpin Ignasius Jonan.

Sidang Kabinet Paripurna tentang RAPBN 2018 di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Permen dari dua kementerian tersebut dinilai menghambat investasi. "Ada permen-permen Kehutanan Lingkungan Hidup dan ESDM misalnya yang saya lihat dalam satu dua bulan ini direspon tidak baik oleh investor," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 24 Juli 2017.

“Tolong diberikan catatan ini dan juga permen-permen yang lain, hati-hati,” tambah Presiden. 

Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan di Kantor Kepresidenan, Selasa, 11 Juli lalu. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Presiden Jokowi mengingatkan, yang harus dilakukan saat ini adalah mempermudah dunia usaha untuk ekspansi mengembangkan usaha dan berinvestasi. Oleh sebab itu, Presiden meminta agar penerbitan permen harus mengacu pada hal tersebut.

“Jangan sampai permen-permen justru memberikan ketakutan kepada mereka untuk berinvestasi, untuk mengembangkan usaha, untuk berekspansi. Karena, sekali lagi, ini menyangkut pertumbuhan ekonomi, menyangkut memperluas lapangan pekerjaan, yang itu semua kita harus mengerti tujuannya kemana,” tegas Presiden.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu, 19 Juli lalu. (ANTARA/M Agung Rajasa)

Presiden mengingatkan, selain perhitungan sebelum mengeluarkan permen, menteri juga diminta untuk memberikan waktu pemanasan dengan masyarakat.

“Komunikasinya dengan masyarakat, dengan pemangku kepentingan juga dilakukan terlebih dahulu, sehingga jangan sampai menerbitkan permen yang ini nanti bisa menghambat dunia usaha dan hanya menambah kewenangan dari kementerian itu sendiri,” tutur Presiden Jokowi.

YUSUF REZA | SETKAB

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments