hero
Air merah di rumah warga pelanggan PDAM Tirtawening Bandung. (NET/Iqwan Saba)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

17 Juli 2017, 00:10 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Wali Kota Bandung meminta warganya tenang terkait heboh air berwarna merah dari saluran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung. Dia meyakini air merah yang muncul di tiga rumah warga di Jalan Panjunan, Gang Hidayah RT 01 RW 06, Kecamatan Astana Anyar, Bandung itu, bukan akibat pipa air milik PDAM.

"Itu bukan masalah di PDAM. Kalau PDAM bocor yang rusak itu 500 rumah. Itu hanya tiga rumah, dan tiganya ngaclok-ngaclok," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Minggu, 16 Juli 2017.

Keran rumah warga mengeluarkan air berwarna merah. (ISTIMEWA)

Menurut Emil, jika pipa PDAM bocor, yang terdampak bisa mencapai 500 rumah lainnya. "Itu murni permasalah lokal di tiga rumah saja," tambahnya.

Emil menyebut ada kemungkinan oknum tertentu yang diduga sengaja mencemari air di tiga rumah tersebut. "Mungkin ada sabotase terhadap tiga rumah saja, oleh siapa pun saya tidak tahu. Tapi itu permasalahan bukan datang dari PDAM. Bukan kebocoran PDAM," jelasnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (NET/Iqwan Saba)

Direktur PDAM Tirtawening Sonny Salimi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium pada air merah tersebut. Petugas juga belum mengetahui penyebab air berubah warna.

Menurut Sonny, produksi air PDAM normal dan tidak berwarna. Dia juga sudah menerima laporan dari petugas instalasi pengolahan dan pipa air bersih, bahwa saluran pipa berfungsi baik.

Pengolahan air PDAM Tirtawening. (NET/Iqwan Saba)

Meski demikian, lanjut Sonny, pihaknya akan terus mendalami kasus ini sehingga dapat diketahui sumber dari air merah tersebut. "Kalau memang ada kebocoran pada jaringan pipa distribusi, pasti akan dilakukan perbaikan. Tetapi jika itu pun tidak ditemukan kami akan terus menginvestigasi bersama pihak kepolisian," kata Sonny.

Sebelumnya, Denny Rudiana melaporkan penemuan air merah di rumahnya. Pria 41 tahun menceritakan, kejadian berlangsung pada Kamis, 13 Juli 2017 lalu.

Air merah yang ditemukan di rumah Denny. (NET/Iqwan Saba)

Saat Denny membuka keran sekitar pukul 22.00 WIB, Denny menemukan air berwarna hitam dan berbau. Denny pun mematikan keran dan menunggu beberapa saat.

"Pukul 22.30 saya buka keran dan air yang keluar besar. Pas saya lihat airnya merah," kata Denny di rumahnya.

Sekitar dua jam air merah keluar dari keran rumah Denny. "Pukul 23.00 sampai pukul 01.00 WIB masih merah. Setengah jam kemudian baru normal lagi, walau masih ada merahnya sedikit," ujar Denny.

Denny Rudiana. (NET/Iqwan Saba)

Keesokan paginya Denny menanyakan hal itu ke tetangganya. Ada dua tetangganya yang mengalami hal serupa.

IQWAN SABA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments