EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

14 Juli 2017, 17:05 WIB

KOTA SEMARANG, INDONESIA

Sudah menjadi rahasia umum jika plastik pembungkus makanan terbuat dari bahan kimia. Bahkan bahan-bahan tersebut bisa meresap ke dalam makanan dan memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

Melihat hal tersebut, sekelompok mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah ini berinisiatif untuk membuat pembungkus makanan dari bahan organik berbahan dasar kulit pisang.

Mahasiswa pembuat plastik pembungkus makanan atau edible film. (NET/Yusuf Hanggara)

Mereka adalah Aufa Salsabila, Winda Tona, Muhammad Hasan dan Rukayah. Empat mahasiwa dari Universitas PGRI Semarang ini berhasil menyulap limbah kulit pisang kepok menjadi lembaran pembungkus makanan atau yang disebut sebagai Edible Film.

Ide ini bermula saat keempat mahasiswi yang tergabung dalam Tim Srikandi Arjuna ini mengikuti program kreativitas mahasiswa. Mereka melihat banyaknya kulit pisang yang dibuang begitu saja. Selain itu, kulit pisang diyakini memiliki senyawa pektin. Yakni senyawa dasar pembungkus makanan yang bisa terurai.

Plastik pembungkus makanan atau edible film. (NET/Yusuf Hanggara)

"Pembungkus plastik memiliki bahaya, terutama saat bahan-bahan kimia masuk ke dalam makanan. Saat dikonsumsi, bahan-bahan kimia tersebut bisa mempengaruhi saluran pencernaan. Sedangkan saat dibakar, bahan plastik ini menghasilkan zat dioxin yang berbahaya bagi saluran pernafasan," ujar Aufa Salsabila saat ditemui oleh Tim Liputan NET pada 11 Juli 2017 lalu.

Untuk bisa membuat edible film ini, kulit pisang yang telah bersih dipotong kecil-kecil lalu di haluskan. Kemudian kulit pisang tersebut di ekstrasi untuk memisahkan cairan dengan ampasnya.

Plastik pembungkus makanan atau edible film. (NET/Yusuf Hanggara)

Setelah terpisah, cairan kulit pisang tersebut diberi senyawa khusus, salah satunya adalah Sorbitol. Ini bertujuan agar cairan tersebut menjadi elastis. Setelah itu, bahan dasar tersebut dioven selama enam jam. Hasilnya, pembungkus makanan organik pun siap digunakan.

Pembuatan edible film ini tidak memerlukan biaya yang besar. Seluruh bahan menghabiskan dana kurang dari Rp 100 ribu. Untuk sekali pembuatan adonan ini, juga bisa digunakan dalam jumlah banyak.

Bahan untuk membuat plastik pembungkus makanan atau edible film. (NET/Yusuf Hanggara)

"Edibel film ini bisa menjadi solusi yang tepat. Kita telah melakukan uji bertahap dan tidak instan. Saya kira dengan uji yang lengkap, kemungkinan kita bisa mendapatkan produk yang baik," papar Maria Ulfa, selaku dosen pembimbing.

Edible film ini dapat langsung digunakan pada makanan, seperti sosis, permen, atau buah-buahan. Saat ini, produk tersebut sedang diurus terkait hak patennya dan dikembangkan. Ini semua agar bisa diproduksi dalam jumlah besar dan lebih aplikatif saat digunakan.

YUSUF HANGGARA

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments