hero
Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland. (REUTERS)

EDITOR : TITO SIANIPAR

13 Juli 2017, 15:30 WIB

KANADA

Pemerintah Kanada memberikan kompensasi dan meminta maaf kepada mantan prajurit anak-anak al Qaida, Omar Khadr. Diharapkan bisa berimplikasi pada cara memperlakukan narapidana anak yang terkait terorisme.

"Kami  berharap penyelesaian ini membantunya untuk memulai sebuah babak baru dan penuh  harapan bersama orang-orang Kanada," kata Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland dan Menteri Keselamatan Publik Ralph Goodale, seperti dilansir  dalam sebuah pernyataan. 

Khadr lahir dan besar di Toronto, Kanada. Ia berusia 15 tahun ketika dibawa ayahnya ke Afghanistan untuk bergabung dengan jaringan teroris al Qaeda. Ia ditangkap militer AS karena terlibat baku tembak dengan militan al Qaeda pada 2002.

Omar Khadr semasa remaja. (REUTERS)

Khadr kemudian dibawa ke Teluk Guantanamo karena dicurigai melempar granat yang menewaskan seorang tentara AS Christopher Speer. Khadr menjadi tahanan termuda saat dimasukkan ke penjara militer AS di Kuba itu. Dia dihukum dengan tuduhan lima kejahatan sekaligus. 

Pada persidangannya di tahun 2010, Radhika Coomaraswamy, mantan utusan PBB, memperingatkan agar tidak mengadili seorang anak karena kejahatan perang. Bahkan jikapun Khadr bersalah, dia harus tetap mendapatkan perlindungan khusus karena berusia di bawah 18 tahun. 

Hal ini sesuai persyaratan protokol opsional dalam Konvensi PBB yang mengakui kebutuhan khusus anak-anak yang sangat rentan untuk direkrut atau digunakan dalam peperangan. Semua negara yang menandatangani protokol ini harus mempromosikan rehabilitasi fisik dan psikososial, serta reintegrasi sosial anak-anak korban perang.

Penjara Guantanamo, Kuba. (REUTERS)

Khadr dipulangkan tahun 2012 dan menjalani hukuman di Kanada, sebelum akhirnya bebas dengan jaminan tahun 2015. Setelah bebas, Khadr menuntut pemerintah sebesar US$20 juta karena Ottawa dianggap bersekongkol dengan AS melakukan pelanggaran hak konstitusionalnya. 

Gugatan itu dilayangkan setelah Mahkamah Agung Kanada dua kali menyatakan bahwa pejabat Kanada terlibat menganiaya Khadr selama penahanannya. Dan baru-baru ini pemerintah federal Kanada mengumumkan permintaan maaf dan membayarkan kompensasi sebesar US$ 10,5 juta untuk Khadr. 

Radhika Coomaraswamy, mantan utusan PBB. (UN)

Kompensasi terhadap Khadr menuai kontroversi. Federasi Wajib Pajak Kanada mengumpulkan lebih dari 50 ribu tanda tangan dalam dua hari untuk menentang kompensasi apapun untuk Khadr. Namun tak sedikit kelompok hak asasi manusia yang mendukungnya. 

Khadr dianggap pantas menerima kompensasi dan permintaan maaf karena pemerintah dinilai lalai melindungi warga negaranya sehingga bocah seperti Khadr direkrut kelompok ekstremis.  "Di setiap level, Kanada melakukan kesalahan," kata Shelly Whitman, aktivis anak Romeo Dellaire Child Soldiers Inisiative, Kanada.

Whitman berharap langkah Kanada ini diadopsi oleh negara-negara lain. Pasalnya perlindungan atas hak-hak anak harus menjadi prioritas dalam agenda keamanan setiap negara. Anak harus dilihat sebagai korban dalam setiap konflik bersenjata.

Omar Khadr di Kanada. (AP)

Ketika anak-anak dianggap sebagai sukarelawan --baik untuk ISIS, Boko Haram, atau tentara pembela Tuhan, kemungkinannya dia dipaksa atau dipersiapkan. Seorang anak tidak mungkin bisa menolak saat diperintahkan ayahnya untuk naik pesawat dan bergabung bersama al Qaeda.

THE GUARDIAN | BBC

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments