hero
Julianto (kanan) lapor ke Polres Jakarta Timur. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

8 Juli 2017, 18:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Julianto Sudrajat tak kuat mendapat serangan pesanan fiktif dari Go-Food yang datang ke alamatnya. Pesanan makanan itu datang secara bertubi-tubi, padahal dia tidak pernah memesannya.

Karena merasa diteror, dia kemudian melaporkan permasalahannya itu ke Kepolisian Resor Jakarta Timur hari ini, Sabtu, 8 Juli 2017. Bersama keluarganya, pria berusia 29 tahun itu ingin pemesan fiktif yang mengatasnamakan dirinya ditangkap.

Dari pengakuan Julianto melalui akun media sosialnya pada Kamis, 6 Juli 2017, pesanan  misterius itu diduga dibuat oleh seorang perempuan yang sakit hati terhadapnya. Perempuan itu, diyakini membuat akun aplikasi atas nama Julianto.

Curahan Julianto di akun media sosialnya. (FACEBOOK)

 

Belum diketahui bagaimana wanita itu bisa membuat akun aplikasi yang mengatasnamakan Julianto. Namun dugaan sementara, cewek itu dendam dengan Julianto dan membalasnya melalui teror pesan makanan.

Julianto kemudian mengisahkan permasalahannya itu kepada orang tuanya, Andi Hermanto. Andi mengakui ada seorang perempuan yang dekat dengan anaknya itu.

"Mereka berkenalan belum lama, sekitar sepekan yag lalu," ujar Andi, saat ditemui di rumahnya, Sabtu, 8 Juli 2017. "Nah rupanya sebagai anak muda perempuan, lelaki seperti  itu cuma ada yang di dalam hati. Terus ada saling berselisih."

Driver GoJek yang mengantarkan makanan ke kantor Julianto. (FACEBOOK)

 

Menurut Andi persoalan ini sudah dilaporkan langsung oleh PT Gojek Indonesia, selaku perusahaan penyedia layanan Go-Food. Tak hanya itu, kasus ini juga dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Order fiktif itu dirasa merugikan Julianto. Musababnya dalam sehari pesanan makanan yang tidak pernah dimintanya itu datang lebih dari dua kali. Akibatnya, Julianto harus merogoh kocek dalam untuk membayar itu semua.

Teror pertama kali terjadi pada Senin kemarin. Saat itu seorang driver GoJek datang ke kantornya yang terletak di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Julianto heran karena tak pernah memesan makanan yang nilainya mencapai ratusan ribu Rupiah.

Selang beberapa menit kemudian, ada lagi pesanan makanan datang. Nilainya bahkan lebih besar dan membuat karyawan swasta yang bekerja di Bank Danamon itu kewalahan.

Selaku orang tua, Andi berharap perempuan pembuat pesanan fiktif atas nama Julianto itu menghentikan perbuatannya. "Harapan saya tidak ada masalah supaya semua clear kembali seperti normal," ujar Andi.

Belum ada tanggapan dari manajemen Gojek Indonesia terkait hal ini. Telepon dan pesan singkat NET.Z yang ditujukan ke Public Relations Manager GO-JEK Indonesia Rindu Ragillia belum ditanggapi.

RADIKA KURNIAWAN | MARIA VERONIKA | CINDY MELODY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments