hero
Presiden Joko Widodo (kedua dari kiri) saat mengikuti Leader’s Retreat KTT G20. (SETKAB)

EDITOR : REZA ADITYA

8 Juli 2017, 13:05 WIB

JERMAN

Presiden Joko Widodo memamerkan keberhasilan Indonesia dalam menangani masalah terorisme dengan program deradikalisasi. Jokowi menyampaikan hal itu di depan pimpinan sejumlah kepala negara dalam Leaders's Retreat KTT G20.

Menurut Jokowi, sapaan Joko Widodo,  program deradikalisasi terbukti bisa menurunkan tingkat keinginan mantan teroris untuk mengulang aksinya kembali. Pendekatan soft power diyakini solusi ampuh pemberantasan para penggentar.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbicara dengan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 di Hamburg, Jerman. (REUTERS)

 

"Sejarah telah mengajarkan kita, bahwa senjata dan kekuatan militer tidak bisa memberantas terorisme," ujar Jokowi di Hamburg, Jerman, Jumat, 7 Juli 2017 waktu setempat. "Pikiran sesat hanya dapat dikoreksi dengan cara berpikir benar."

Dengan demikian, kata Jokowi, pendekatan soft power berupa deradikalisasi dapat terus dilanjutkan. Jokowi mengatakan dengan program itu hanya tiga dari 560 mantan penggentar yang berkeinginan melakukan aksinya kembali.

Itu artinya, hanya 0,53 persen dari teroris yang tidak insyaf dan kembali ke jalan salah. Pemerintah Indonesia, kata Jokowi, juga telah merekrut para pengguna akun media sosial yang berpengaruh untuk menyebarkan perdamaian.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo saat menghadiri KTT G-20 di Hamburg, Jerman. (ANTARA)

 

Salah satunya adalah melalui dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdhlatul Ulama. "Dua organisasi Islam itu berperan penting dalam menyebarkan pedamaian dan ajaran Islam yang toleran," ujar dia.

Di hadapan para pemimpin dunia itu, Jokowi juga menyampaikan tentang kemajemukan di tanah air. Indonesia, kata Jokowi, memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara demokrasi terbesar ketiga.

Dengan posisi demikian, kata Jokowi, Indonesia berkomitmen menjadi bagian dari upaya global dalam memberantas terorisme serta menyebarkan perdamaian dan toleransi.

Presiden Joko Widodo (kedua dari kiri bawah) bersama sejumlah pemimpin negara anggota G20 di Hamburg, Jerman. (KREMLIN.RU)

 

Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 digelar Jumat siang kemarin. Terorisme dan perubahan iklim merupakan sejumlah isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan antar pemimpin pemerintahan 20 negara anggota.

Sejumlah hal menjadi sorotan dalam pertemuan tahun itu. Di antaranya adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald John Trump yang dinilai tidak mendukung upaya penanggulangan perubahan iklim.

Dalam forum internasional itu, Jokowi diplot menjadi pembicara untuk membahas isu penanggulangan terorisme. Presiden juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara.

SETKAB

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments