hero
Ketua DPR Setya Novanto. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

7 Juli 2017, 16:30 WIB

INDONESIA

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto tidak hadir pada pemeriksaan terkait dugaan kasus rasuah kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini. Novanto beralasan sakit.

"Surat sudah kami terima, surat yang ditandatangani oleh saksi mengatakan tidak bisa datang karena alasan kesehatan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di kantornya, Jumat, 7 Juli 2017. "Dan diminta penjadwalan ulang."

Setya Novanto di KPK dalam pemeriksaan pada Desember 2016. (NET)

 

Kepala Biro Pimpinan Kesetjenan DPR Hani Tahapari mengatakan Novanto tak hadiri pemanggilan KPK karena alasan kesehatan. "Beliau sudah sepekan kesehatannya mengalami penurunan," ujar Hani.

Novanto, kata dia, mengalami penyakit vertigo. "Karena jalannya sering linglung. Beliau izin tak datang dan beristirahat," ujar Hani.

Novanto sedianya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Narogong, pengusaha perusahaan konsorsium proyek e-KTP. Selain dia, ada beberapa wakil rakyat periode sebelumnya yang juga dimintai keterangannya oleh Komisi.

Ketua DPR Setya Novanto masuk kedalam mobil seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, pada Januari 2017. (ANTARA)

 

Mereka adalah Khatibul Umam Wiranu, anggota DPR dari Fraksi Demokrat; Jafar Hafsah, Fraksi Demokrat; Jazuli Juwaini, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Sebelumnya, Novanto juga pernah dimintai keterangannya untuk terdakwa Irman dan Sugiharto. Irman merupakan  bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri. 

Sedangkan Sugiharto adalah bekas Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan Dirjen Dukcapil Kemendagri. Keduanya dituntut jaksa tujuh tahun dan lima tahun penjara.

Jaksa meyakini keduanya merekayasa pembahasan anggaran proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Bahkan kedua orang tersebut dianggap merancang rasuah sejak tender dimulai.  

Ilustrasi Setya Novanto. (NET.Z/Adli)

 

Pembahasan anggaran itu melibatkan sejumlah anggota parlemen. Salah satunya adalah Setya Novanto yang dalam dakwaan Irman dan Sugiharto disebut terima senilai Rp 574 miliar.

Saat proyek itu bergulir, Novanto menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Dalam pemeriksan sebelumnya, Novanto membantah terima duit haram itu.

MARIA VERONIKA | CINDY MELODY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments