hero
Kaesang Pangarep. (INSTAGRAM)

EDITOR : REZA ADITYA

6 Juli 2017, 15:30 WIB

INDONESIA

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan laporan dugaan penodaan agama dan ujaran penebar kebencian atas Kaesang Pangarep tak bisa diproses lebih lanjut. Menurut dia, laporan itu akan dihentikan.

"Saya tegaskan (laporan) itu mengada-ngada," ujar Syafruddin, di kantornya, Kamis, 6 Juli 2017. "Kami tidak akan menindaklanjuti laporannya, gitu."

Konten vlog Kaesang yang dilaporkan ke polisi. (YOUTUBE)

 

Syafruddin juga menilai kata-kata yang diucapkan Kaesang itu tidak bermaksu untuk menebar kebencian dan menoda agama. "Ya itu kan ngomongnya ndeso, itu kan saya dari kecil sudah ngomong ndeso. Itu guyonan saja."

Sebelumnya, Kaesang dilaporkan oleh Muhammad Hidayat atas dugaan penebar ujaran kebencian dan penodaan agama ke Polres Bekasi Kota.  Kasus ini heboh dan menyita perhatian publik.

Hidayat menilai anak bungsu Presiden Joko Widodo telah menebarkan permusuhan melalui konten video blogging di akun YouTube. Konten yang dipermasalahkan adalah vlog Kaesang yang berjudul #BapakMintaProyek.

Muhammad Hidayat pelapor Kaesang Pangarep. (NET)

 

Dalam video itu, Kaesang menyinggung soal pawai obor yang dilakukan anak kecil dan berteriak "bunuh Ahok". Hidayat juga mempersolakan kata ndeso yang dicelotehkan Kaesang dalam gambar bergerak itu.

YAKSA SEMBODDO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments