hero
Pelapor Kaesang, Muhammad Hidayat. (NET/Arie)

EDITOR : REZA ADITYA

6 Juli 2017, 13:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengungkap catatan Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang Pangarep. Menurut Rikwanto, Hidayat ternyata banyak membuat laporan ke polisi.

"Dari Januari sampai Juni saja, hampir sudah ada 60 laporan ke polisi yang dibuat oleh dia," kata Rikwanto di kantornya, Kamis, 6 Juni 2017. "Jadi memang sepertinya dia sering melihat sesuatu yang tidak pas dan membuat laporan."

Muhammad Hidayat dikenal sudah banyak melaporkan pengguna media sosial ke polisi. (NET/Arie)

 

Rikwanto mengatakan dari laporan yang dibuat Hidayat, sebagian besar di antaranya tidak bisa ditindaklanjuti alias disetop. Musababnya, ada beberapa aduan yang tidak terbukti kesalahannya.

Hidayat dikenal sering melaporkan beberapa akun media sosial. Khususnya akun yang dianggap berkonten menebarkan ujian kebencian dan agama.

Untuk mengetahui motif laporannya terhadap Kaesang, kata Rikwanto, institusinya akan memerika dan memanggil Hidayat. Pemanggilan sedianya dilakukan besok.

"Tanggal 7 (Besok) nanti, si pelapor akan kami undang untuk dimintai keterangan," ujar Rikwanto. "Diinterogasi apa yang dimaksud laporannya itu yang sudah diambil oleh Polres Metro Bekasi."

Konten vlog Kaesang Pangarep. (YOUTUBE)

 

Hidayat melaporkan Kaesang atas dugaan penebar kebencian dan penodaan agama. Dia menilai anak bungsu Presiden Joko Widodo telah menebarkan permusuhan melalui konten video blogging di akun YouTube. 

Konten yang dipermasalahkan adalah vlog Kaesang yang berjudul #BapakMintaProyek. Dalam video itu, Kaesang menyinggung soal pawai obor yang dilakukan anak kecil dan berteriak "bunuh Ahok".

YAKSA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments