hero
Pernikahan Slamet dan Rohaya. (NET/Ardhi)

EDITOR : REZA ADITYA

4 Juli 2017, 12:25 WIB

INDONESIA

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto menyayangkan pernikahan antara Slamet Riyadi dan Rohaya di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Menurut dia, seharusnya keluarga bisa mencegah pernikahan itu.

"Pernikahan antara nenek dengan usia remaja yang masih 16 tahun karena sesungguhnya usia itu masa tumbuh kembang belajar," kata Susanto, di kantornya, Selasa, 4 Juli 2017. "Seharusnya usia 16 tahun itu menempuh pendidikan."

Pernikahan Slamet dan Rohaya. (NET/Ardhi)

 

Menurut Susanto, dalam Undang-undang Perkawinan disebut perkawinan dapat dilakukan jika mempelai pria sudah mencapai usia 19 tahun. Jika kurang dari usia 19 tahun, mempelai harus mendapat izin dari orang tua dan pengadilan.

"Di UU Perkawinan ditegaskan bahwa orang tua wajib mencegah perkawinan dini," ujar Susanto. "Artinya orang tua harus bertanggung jawab dalam konteks ini."

Susanto menilai ada beberapa aspek yang harus diperhatikan bagi seseorang yang ingin menikah sebelum waktunya. "Pertimbangan psikologisnya, kesiapannya secara sosial itu kan penting."

Dia khawatir fenomena pernikahan di bawah umur akan membuat stigma bagi potret keluarga di Indonesia. "Usia anak pada usia 16 tahun itu rentan, akan berdampak pada kondisi keluarga."

Ilustrasi pernikahan. (ANTARA)

 

Pernikahan Slamet Riyadi dan Rohaya mendadak heboh. Musababnya, Slamet yang baru berusia 16 tahun memutuskan akad dengan Rohaya yang usianya sudah 71 tahun.

Pernikahan mereka digelar sederhana di kediamannya di Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Ahad, 2 Juli 2017 kemarin. 

LARAS PUSPITORINI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments