hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

4 Juli 2017, 13:45 WIB

INDONESIA

Kotak hitam dari helikopter Dauphin HR 3602 milik Basarnas yang jatuh di Temanggung, Minggu, 2 Juli 2017 telah ditemukan. Kotak berisi informasi mengenai data penerbangan itu akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tak hanya pencarian korban, keberadaan kotak hitam juga menjadi bagian yang sangat penting dari proses evakuasi. Isi kotak itu akan dibuka untuk mengungkap penyebab utama dari kecelakaan. 

Kotak hitam merupakan sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi udara. Perangkat ini merujuk pada perekam data penerbangan (flight data recorder) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder).

Kotak hitam berfungsi untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara. (ATSB)

Kotak hitam berfungsi untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control, serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan berlangsung.

Meski dinamakan kotak hitam, kotak tersebut tidak berwarna hitam. Ia berwarna oranye terang. Pemilihan warna ini bertujuan untuk memudahkan pencarian jika suatu saat pesawat mengalami kecelakaan.

Kotak hitam terdiri dari dua bagian, yakni alat perekam suara (cockpit voice recorder) dan alat perekam data penerbangan (flight data recorder). Umumnya, kotak hitam diletakan di bagian belakang pesawat. 

Kotak hitam berfungsi untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan pemandu lalu lintas udara. (ANTARA)

Kotak hitam berwujud tabung berukuran sebesar kotak sepatu. Ia tahan banting, tahan air hingga kedalaman 6 ribu meter, dan tahan panas hingga suhu 1000 drajat celcius.

Pembuatan kotak hitam digagas oleh David Waren, ilmuwan asal Aeronautical Research laboratory (ARL) Australia. Waren terinspirasi dari sebuah kecelakaan jet di India yang hingga kini tidak diketahui penyebabnya.

Pada tahun 1957 ia merampungkan prototipe kotak hitam bernama ARL Flight Memory. Alat ini sanggup merekam percakapan antara pilot dan kru selama 4 jam lamanya. 

Helikopter Basarnas. (BASARNAS)

Setahun kemudian, United Kingdom Air Registration Board Inggris berminat menggunakan alat ini. Waren beserta timnya lalu diajak ke Inggris bersama-sama untuk mengembangkan alat ini.

Prototipe bikinan Waren mengalami penyempurnaan. Ia dilengkapi dengan aluminium, silika dan baja anti karat yang mampu bertahan dalam cuaca ekstrem. Alat tersebut diberi nama CSMU (Crash Survivable Memory Unit).

Dalam sekejap kotak hitam bikinan David menjadi primadona di industri penerbangan dunia. Semua produsen pesawat memburu alat ini untuk dipasang di burung terbangnya. 

Alat ini juga digunakan di negara asal David, negara yang dahulu mengacuhkannya. Pada tahun 1960, pemerintah Australia mewajibkan alat ini untuk ada di semua pesawat yang beroperasi di negeri kangguru.

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments