hero
(Pixabay)

EDITOR : REZA ADITYA

28 Juni 2017, 11:25 WIB

YOGYAKARTA, INDONESIA

Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, terganggu akibat keberadaan balon di langit Kota Gudeg. Hingga saat ini, AirNav Indonesia mencatat menerima 22 laporan dari pilot terkait gangguan itu.

"Ini sangat berbahaya, kalau balon kecil tidak masalah, tapi karena balon itu ukuran besar, sangat membahayakan," kata Junior Lalu Lintas Penerbangan Distrik Yogyakarta Agus Ekananto, Rabu, 28 Juni 2017. 

Pesawat lepas landas di Bandar Udara Internasional Adisutjipto. (NET/Sigit)

 

Atas insiden itu, kata Agus, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia AirNav Indonesia menerbitkan notice to airmen (Notam) untuk penerbangan yang melintasi Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Notam adalah pemberitahuan yang disebarluaskan dan berisi informasi mengenai penetapan, kondisi, atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika. Tujuannya, memberitahukan kepada pilot atau personel penerbangan gangguan di udara.

Petugas AirNav Yogyakarta sedang memonitor lalu lintas penerbangan pesawat. (NET/Sigit)

 

Sejak 25 Juni 2017 lalu, sejumlah balon gas atau balon udara beterbangan di langit Yogyakarta dan Jawa Tengah. Gelembung udara itu berukuran besar dengan diameter 5 meter.

Masyarakat di Jawa Tengah memiliki tradisi melepas balon gas untuk memperingati Idul Fitri. Sayangnya, tradisi itu mengganggu area burung terbang yang sedang melintas di atas langit Jawa Tengah.

Jelajah balon udara itu bisa mencapai ketinggian 8 ribu hingga 15 ribu kaki. Setara dengan ketinggian pesawat komersial yang sedang melintas di udara.

SIGIT PAMUNGKAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments