hero
Ilustrasi Korea Utara dan Amerika Serikat. (NET.Z/Wisnu Adi)

EDITOR : REZA ADITYA

24 Juni 2017, 09:15 WIB

KOREA UTARA

Pemerintah Korea Utara lepas tangan atas kematian Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat yang pernah menjadi tahanan di Pyongyang dan telah dipulangkan ke Ohio. Negeri Sosialis itu membantah segala tudingan tewasnya Otto.

"Faktanya adalah Otto meninggal saat berada di Amerika Serikat," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara seperti dilansir Reuters dari KCNA, Jumat, 23 Juni 2017. "Kematiannya menjadi misteri buat kami."

Otto saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Pyongyang pada Maret 2016. (DAILY STAR)

 

Otto, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dalam keadaan sehat saat dipulangkan dari Negeri Juche ke Negeri Paman Sam. Negeri Sosialis itu membantah berbagai spekulasi dan tudingan terkait kematian Otto.

Misalnya tudingan  yang menyebut bahwa mahasiswa berusia 23 tahun itu dalam keadaan sekarat saat dipulangkan ke kampung halamannya akibat diberikan pil tidur. Atau bahkan saat berada di tahanan Korea Utara, Otto dianiaya.

Pemerintah Korea Utara bahkan menyalahkan pemerintah AS yang saat itu dipimpin Presiden Barack Obama. "Karena pemerintah AS pada saat itu tidak pernah meminta Otto pulang. Dia merupakan korban dari kebijakan negaranya."

Otto tak kuasa menahan tangisnya saat divonis kerja paksa selama 15 tahun di Pengadilan Pyongyang pada Maret 2016. (REUTERS)

 

Otto Frederick Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat yang pernah ditahan Korea Utara selama 17 bulan, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 19 Juni 2017. Otto meninggal di rumah sakit di Cincinnati, Ohio, AS.

Tewasnya pemuda berusia 22 tahun itu tak lama setelah dipulangkan dari Korea Utara ke Amerika Serikat. Pihak keluarga Otto tak tahu apa yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

Mahasiswa di Universitas Virginia itu berkunjung ke Pyongyang pada Januari 2016. Dia ke Negeri Juche itu sebagai rombongan turis dari kunjungan wisata tahun baru yang dikelola salah satu perusahaan pelancong asal Cina.

Aparat keamanan Korea Utara menangkap Otto karena dicurigai melakukan tindakan bermusuhan. Otto terbukti mencuri materi propaganda di hotel tempatnya menginap.

REUTERS | KCNA | TELEGRAPH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments