hero
Irman dan Sugiharto dalam menjalani sidang tuntutan. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

22 Juni 2017, 17:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi membacakan tuntutan terhadap dua terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Irman dan Sugiharto. Irman dituntut tujuh tahun penjara dan Sugiharto lima tahun penjara.

"Terdakwa Irman dan Sugiharto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa penuntut umum Irene Putri saat membacakan tuntutannya, Kamis, 22 Juni 2017.

Irman (kiri) dan Sugiharto (kanan) saat menjalani sidang tuntutan di PN Tipikor. (ANTARA)

 

Jaksa juga menuntut Irman membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan penjara. Sedangkan Sugiharto didenda Rp 400 juta subsider masa penjara yang sama dengan Irman.

Irman merupakan bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan Sugiharto adalah bekas Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Jaksa menuntut kedua orang itu karena diyakini merekayasa pembahasan anggaran proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012. Bahkan kedua orang tersebut dianggap merancang rasuah sejak tender dimulai. 

Irman dan Sugiharto menjalani sidang tuntutan di PN Tipikor. (ANTARA)

 

Akibatnya, duit haram dari proyek senilai Rp 5,9 triliun itu mengalir ke beberapa pihak. Ratusan saksi telah diperiksa dan didatangkan oleh jaksa terkait kasus ini.  Beberapa di antaranya adalah penggede wakil rakyat.

Jaksa dalam persidangan juga membacakan tuntutan dan hal yang memberatkan hukuman Irman dan Sugiharto. Di antaranya adalah kedua orang itu dianggap tidak pro dengan kebijakan pemerintah yang anti-korupsi.

Selain membacakan tuntutan, jaksa juga membacakan surat penetapan Irman dan Sugiharto sebagai justice collaborator. Surat penetapan itu diteken langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Berkas tuntutan Irman dan Sugiharto setebal 3.078 halaman dan dibacakan selama tiga jam di persidangan. (ANTARA)

 

Dengan diberikannya status justice collaborator kepada Irman dan Sugiharto, maka jaksa memberikan pertimbangan hal yang meringankan hukuman terhadap dua orang itu.

Namun Soesilo Aribowo, kuasa hukum Irman dan Sugiharto, mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa. "Saya kira ini cukup berat bagi mereka berdua, karena mereka kan sudah ditetapkan sebagai justice collaborator."

LARAS PUSPITORINI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments