hero
Presiden Joko Widodo. (ANTARA)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

21 Juni 2017, 03:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Rabu 21 Juni 2017, Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo genap berumur 56 tahun. Di umur yang lebih dari setengah abad itu, Jokowi tampil makin muda dan mengikuti tren gaya generasi milenials.

NETZ menghimpun sekelumit kisah Jokowi kecil, kuliah, menjabat Gubernur Jakarta hingga menjadi Presiden.

Putera pasangan Sujiatmi dan Wijiatno Notomiharjo ini lahir di Solo, Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Ia tak langsung dipanggil Joko Widodo saat itu. Kedua orang tuanya memberi nama Mulyono.

"Orang dulu biasanya seperti itu, senang ganti nama. Sedikit-sedikit masuk angin terus ganti nama," ujar Jokowi saat diwawancara NET dalam Program Satu Indonesia, 15 Januari 2014 lalu.

Joko Widodo semasa muda. (NET/Satu Indonesia/Istimewa)

Masa kecil hingga remaja Jokowi banyak dihabiskan di Solo. Lepas sekolah menengah atas, barulah Jokowi hijrah ke Yogyakarta untuk kuliah. Ia tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Kayu di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada angkatan 1980.

Jokowi terkenal mudah akrab dengan teman sebayanya. Penampilan uniknya menjadi kenangan Johanes Pramana, salah satu teman Jokowi.

"Waktu kuliah, dia suka pakai baju bak pejabat. Bajunya lengan panjang, jadi sudah gaya pejabat. Teman-teman pakai ransel, dia pakai map," kata Johanes.

Presiden Jokowi (tengah bawah) saat mahasiswa. (TWITTER/@ganjarpranowo)

Jokowi muda juga memiliki jiwa petualang. Penyuka musik metal itu tergabung dalam kelompok mahasiswa pecinta alam Silvagama UGM. Pada tahun 1983, Jokowi berhasil menaklukkan Gunung Kerinci. Momen naik gunung setinggi 3.805 meter itu diabadikan dengan berfoto bersama 14 temannya.

Semangat muda Jokowi juga tampak lewat kaos oblong dan rambut gondrong. Kaca mata hitam yang sempat ngetrend di tahun 80-an juga tak lepas dari penyuka band Metallica itu.

Jokowi mengenakan kaca mata hitam. (NET/Satu Indonesia/Istimewa)

Pengalaman berpetualang ala mahasiswa pecinta alam itu membuat Jokowi tak bisa diam di balik meja. Sejak menjabat Wali Kota Solo, Gubernur Jakarta, hingga menjadi Presiden, Jokowi masih terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan itu populer dengan nama blusukan.

"Perlu bertemu dengan masyarakat untuk menjelaskan program dan mendapat masukan dari mereka," ujar Jokowi, saat masih menjadi Gubernur Jakarta tahun 2014 lalu.

Presiden Jokowi menyalami warga saat blusukan. (ANTARA)

Menurut Jokowi, lewat blusukan dia bisa bertemu dengan masyarakat. Jokowi juga bisa melihat langsung dan memantau kemajuan pembangunan yang sedang berjalan. 

Pentingnya blusukan kembali diutarakan Jokowi dalam wawancara bersama NET tahun Oktober 2015. Saat itu Jokowi telah satu tahun menjabat sebagai Presiden Indonesia.

"Penting mendengar suara rakyat kemudian bertanya langsung, seperti bertanya berapa harga beras, naiknya berapa rupiah. Kalau tidak begitu saya bisa dapat laporan yang asal bapak senang," ujar Jokowi.

Peta titik blusukan Jokowi. (PresidenRI.go.id)

Sejak jadi presiden hingga Juni 2017, tercatat sudah 280 titik pernah dikunjungi Jokowi. Lokasi blusukannya tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Setahun belakangan, Jokowi bahkan memiliki ide baru untuk mengisi blusukan. Ia membuat kuis berhadiah sepeda. Pertanyaannya pun macam-macam. Dari menyebutkan nama-nama suku, pulau, kota dan provinsi di Indonesia, hingga nama-nama ikan.

Penyanyi Raisa mengikuti kuis Presiden Jokowi yang berhadiah sepeda. (NET)

Tak hanya pelajar, terkadang pertanyaan itu juga diberikan kepada petani, nelayan, bahkan selebritis tanah air.

"Sepeda itu murah, sehat dan banyak manfaatnya. Lewat kuis ini saya bisa mengingatkan soal Pancasila sampai kebhinekaan," jelas Jokowi dalam wawancara Program Satu Indonesia, Mei 2017.

Presiden Jokowi mengenakan sneakers saat blusukan. (ANTARA)

Bukan hanya kuis dan interaksi yang acap kali menghadirkan gelak tawa, Jokowi juga mencuri perhatian saat blusukan. Ia kerap berpenampilan layaknya anak muda. Belum lama Jokowi mengenakan sepatu sneakers merek Nike.

Meski sibuk blusukan ke daerah-daerah, Jokowi tak lupa pada keluarga. Ia masih sempat memperlihatkan kedekatan dengan anak-anaknya, terutama si bungsu Kaesang Pangarep.

Presiden Jokowi adu panco dengan Kaesang. (Youtube/Kaesang)

Juli 2016, Kaesang mengunggah video blog adu panco dengan bapaknya. Video itu viral dan banyak diperbincangkan. Dalam video, Jokowi berpesan pada Kaesang dan anak muda lainnya soal kekuatan.

"Saat ini bukan yang kuat yang menang, tapi yang cepat," kata Jokowi saat menjelaskan adu panco itu di Program Satu Indonesia Mei 2017.

Hobi vlog Kaesang juga menginspirasi Jokowi. Momen-momen blusukan Jokowi juga diabadikannya dalam sebuah vlog lewat Youtube dengan akun Presiden Joko Widodo. Sudah ada 9 vlog di akun youtube Jokowi.

"Jadi ada kesempatan di industri kreatif seperti pembuatan video dan digital ekonomi ini. Kira-kira ada Rp 1.700 triliun di bidang digital ini," ujar Jokowi.

Vlog Jokowi sedang berolahraga. (YOUTUBE/Presiden Joko Widodo)

Lewat media sosial, komunikasi Jokowi dengan masyarakat makin mudah dan cepat. Beberapa kali Jokowi menjawab pertanyaan dari masyarakat. "Ada komunikasi terus dengan rakyat. Sekarang komunikasi nggak mesti bertemu langsung," kata Jokowi.

JANUAR YUDHA | SATU INDONESIA

 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments