hero
Kantor UNODC di Markas PBB di Wina, Austria. (REUTERS)

EDITOR : TITO SIANIPAR

20 Juni 2017, 15:30 WIB

AUSTRIA

Perserikatan Bangsa-bangsa menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi untuk mengenang 25 tahun terbunuhnya hakim Italia Giovanni Falcone. PBB jadikan momen ini untuk mengutuk kejahatan terorisme dan terorganisir lintas negara yang semakin merajalela.

Direktur Eksekutif UNODC Yury Fedotov mengatakan kejahatan terorganisir seperti terorisme meningkatkan kekacauan. "Teroris juga menjarah kekayaan budaya dan menggunakan dana tersebut untuk teror lebih lanjut," kata Fedotov dalam siaran persnya yang diterima NETZ, Senin, 19 Juni 2017.

Pelaku teror, lanjut Fedotov, mengeksploitasi ketidaksetaraan. Mereka mendapatkan keuntungan dari kesenjangan pembangunan dan penegakan hukum. Dengan alasan itu, mereka mendapatkan alasan untuk melakukan kekerasan teror terhadap mereka yang tak berdaya.

Yury Fedotov. (UNODC)

Selain bentuk terorisme, kelompok kriminal juga menyelundupkan migran, terlibat serangan siber, membahayakan infrastruktur dan layanan. Kejahatan terorganisir ini hanya bisa dilawan dengan bekerja sama mempromosikan masyarakat damai, inklusif, dan melibatkan kaum muda.

Selain Fedotov, pembicara lainnya di ajang itu adalah Presiden Majelis Umum PBB Peter Thomson, Duta Besar dan Perwakilan Tetap Jepang untuk PBB Mitsuru Kitano, Perwakilan Tetap Kosta Rika untuk PBB Pilar Saborio de Rocafort, dan Menteri Kehakiman Italia Andrea Orlando.

Ilustrasi peretas serangan siber. (PIXABAY)

Giovanni Falcone dibunuh pada tanggal 23 Mei 1992 dengan bom besar yang ditempatkan di jalan raya dekat Capaci, Sisilia. Bom tersebut juga membunuh istri Falcone, Francesca Morvillo dan tiga petugas polisi yang bepergian bersamanya.

Falcone pernah menghukum puluhan pelaku kejahatan Cosa Nostra di akhir 1980-an dan awal 1990-an. Kasus inilah yang membuat hakim Falcone menjadi target pembunuhan mafia Italia.

Falcone dikenang sebagai hakim yang berfokus pada kejahatan lintas batas, dengan integritas yang tak tergoyahkan dan tanpa kompromi. Hakim Falcone, kata Fedotov, telah diadopsi oleh Konvensi PBB dalam melawan Kejahatan Terorganisir Transnasional, yang dikenal sebagai Konvensi Palermo.

Hakim Giovanni Falcone. (WIKIMEDIA)

Konvensi Palermo adalah salah satu cara paling efektif untuk memerangi kejahatan dengan promosi kerjasama operasi, pembagian informasi, dan bantuan hukum timbal balik untuk memperkuat penyelidikan keuangan, melindungi saksi dan mengambil aset terlarang.

UNIS | EURO NEWS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments