hero
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo. (NET/Alga)

EDITOR : TITO SIANIPAR

19 Juni 2017, 21:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan kepolisian Republik Indonesia mengejar dan memburu pelaku penyerangan penyidik Novel Baswedan. Kedua instansi akan membentuk tim bersama.

"Polri menawarkan kepada KPK untuk membentuk tim dan bisa mem-back up atau menempel pada tim yang dari Polri," kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di konferensi pers bersama KPK, Jakarta, 19 Juni 2017.

Menurut Tito, tim yang dimaksud bukanlah tim gabungan layaknya tim yang dibentuk untuk menangani kasus korupsi. "Karena kasus ini tindak pidana umum yang jadi domain polisi," kata dia.

Keberadaan tim, lanjut Tito, diharapkan dapat mengeskalasi proses penyelidikan lantaran KPK juga memiliki informasi. "Apalagi saudara Novel menyampaikan ada kecurigaan (pelaku) terkait oknum polisi," ujar Tito.

Kondisi Novel pasca disiram air keras. (NET/Luqman)

Dalam wawancara dengan wartawan TIME, Novel mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi dalam penyerangan terhadap dirinya. Ia awalnya tidak percaya dengan informasi itu.

Namun lantaran pengungkapan kasus dirasa memakan waktu yang cukup lama, Novel merasa informasi itu ada benarnya. Ia curiga si jenderal ikut menghalangi proses pengungkapan fakta penyelidikan.

Mengenai ini, Tito mengatakan polisi tetap akan menelusuri kemungkinan itu. "Tapi kami tentunya tidak menanggapinya dengan overaktif," kata Tito, sembari menyebut akan menanyai langsung ke Novel.

Lokasi Novel disiram air keras dekat kediamannya. (ANTARA)

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan proses penyelidikan penganiayaan Novel sudah cukup menunjukkan perkembangan. Bahkan Agus menyatakan akan mendampingi polisi untuk meminta keterangan Novel.

KPK, lanjut Agus, akan menelusuri setiap orang yang terkait dengan kasus korpsi yang pernah ditangani Novel. "Bahkan sampai ke kasus-kasus yang lama," kata Agus.

Beberapa kasus korupsi yang pernah ditangani Novel antara lain suap cek pelawat Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Gultom, korupsi Bank Jawa Barat, korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri, dan suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Suasana konferensi pers bersama polisi dan KPK. (NET/Alga)

"Kami akan mengevaluasi apa yang bisa kami berikan," kata Agus soal tawaran polisi agar KPK bergabung dalam tim. "Mudah-mudahan kami bisa segera menemukan pelaku kasus ini."

DIAZ BELA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments