EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

15 Juni 2017, 05:05 WIB

KALIMANTAN UTARA, INDONESIA

Bagi sebagian orang, tinggal di kota besar memang sangat menyenangkan. Mudahnya akses dan fasilitas yang di dapat, jadi salah satu alasan utamanya. Namun enggak hanya kota besar saja yang bisa memberikan kebahagiaan. Setiap pelosok desa atau tepian negeri sekalipun ternyata memiliki cerita indahnya tersendiri.

Itulah yang dirasakan oleh Beatrix Monica. Ia merupakan seorang guru muda dari gerakan Indonesia Mengajar. Monica ditugaskan untuk menjadi tenaga pengajar bantuan di desa Tulin Onsoi, Nunukan, Kalimantan Utara.

Beatrix Monica, guru muda Gerakan Indonesia Mengajar. (NET/Ari Priambodo)

Daerah ini merupakan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Wanita yang dulunya tinggal di Jakarta ini telah menetap di desa tersebut sejak satu tahun yang lalu. Itu semua ia lakukan demi sebuah tujuan mulia, agar dirinya bisa mencerdaskan anak bangsa.

"Awalnya aku berpikir anak-anak itu kurang beruntung karena tinggal di daerah pedalaman. Tapi ternyata aku salah. Saat sampai disini aku sadar kalau mereka bukan anak yang kurang beruntung, mereka itu hidupnya menyenangkan dengan cara mereka sendiri," ujar Monica saat ditemui oleh Tim Lentera Indonesia pada 27 Apri 2017 lalu.

Para siswa SDN 002 Tulin Onsoi, Kalimantan Utara. (NET/Ari Priambodo)

Sebelum mengajar di desa ini, Monica bekerja sebagai seorang karyawan di perusahaan jasa audit internasional, KPMG. Selama dua tahun bekerja, ia merasa hidupnya biasa saja. Sampai ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan memilih untuk menjadi seorang guru.

Mengajar di daerah perbatasan  memang tak semudah apa yang dibayangkannya. Terdapat berbagai tantangan yang harus ia hadapi. Salah satunya adalah akses transportasi yang sulit.

Siswa SDN 002 Tulin Onsoi, Kalimantan Utara. (NET/Ari Priambodo)

Untuk bisa sampai ke sekolah tempatnya mengajar, Monica harus menyebrang laut dan sungai selama empat jam menggunakan Speed Boat. Meski memakan waktu yang lama, ini merupakan akses termudah yang bisa ditempuhnya.

Di SDN 002 Tulin Onsoi, Monica mengajar seni budaya dan keterampilan (SBK). Dengan penuh kesabaran, ia kerap mengajarkan anak anak muridnya untuk menari dan bernyanyi.

Siswa SDN 002 Tulin Onsoi, Kalimantan Utara. (NET/Ari Priambodo)

Tumbuh dan berkembang di sarana pendidikan yang kurang memadai, membuat perilaku muridnya kurang disiplin. Terkadang ada beberapa murid yang rela melewatkan sekolah hanya demi membantu orang tuanya berkebun.

"Sangat berbeda dengan Ibu Kota. Terutama masalah kedisiplinan. Mereka terkadang lebih memilih untuk membantu orang tuanya dari pada bersekolah. Padahal kedisiplinan itu bisa menentukan jadi anak seperti apakah mereka nanti," tambah Monica.

Suasana upacara bendera di SDN 002 Tulin Onsoi, Kalimantan Utara. (NET/Ari Priambodo)

Beruntung, usahanya untuk mencerdaskan bangsa di dukung oleh pemuda setempat. Mereka terkadang membantu Monica dengan menyediakan perpustakaan keliling bagi anak-anak. Minat baca anak-anak didesa itu pun sangat tinggi. Tercatat perpustakaan keliling tersebut sudah mengunjungi desa ini sebanyak 10 kali.

"Seneng banget sih mereka kalau diajak baca. Mereka biasanya akan berkumpul. Kalau sudah mau selesai, mereka akan menanyakan kapan lagi ada perpustakaan itu," Imbuhnya.

Para siswa SDN 002 Tulin Onsoi, Kalimantan Utara belajar menari. (NET/Ari Priambodo)

Tinggal selama satu tahun di daerah orang, membuatnya merasa rindu dengan keluarga. Namun kecerian dan keriangan anak didiknya mampu mengobati kerinduannya. Baginya, mengajar di daerah perbatasan adalah cara berjuang untuk negeri.

Ia berdiri di ujung negeri dan mengajak anak-anak ini untuk berani bermimpi yang tinggi. Monica yakin pilihannya ini tak hanya bermanfaat untuk anak-anak tersebut, tapi juga untuk dirinya sendiri. 

LENTERA INDONESIA | ANGGI CRESTAMIA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments