EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 Juni 2017, 05:05 WIB

BANYUWANGI, INDONESIA

Berbicara tentang Lembaga Pemasyarakatan, banyak orang yang hanya menilainya dengan sebelah mata dan negatif saja. Tapi sebenarnya banyak yang belum tahu, jika di dalamnya terdapat potensi besar yang tersembunyi dari tempat ini.

Potensi itulah yang dilihat serta dikembangkan oleh Bambang Haryono. Seorang perajin kayu asam asal Banyuwangi, Jawa Timur. Memulai usahanya sejak tahun 1999, Bambang kini telah meraih kesuksesan sebagai seorang pengusaha kayu dengan merek dagang Oesing Craft.

Bambang bersama petugas lapas dan para narapidana. (NET/Evan Iriawan)

Meskipun kesuksesan sudah berada di tangan, tapi hal tersebut tak lantas membuatnya tinggi hati. Bambang, sadar betul jika dirinya juga pernah mengalami kondisi ekonomi sulit saat masih kecil.

Kisah masa lalunya yang cukup pahit membuat Bambang ingin menularkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Salah satunya kepada para napi yang berada di Lapas Kelas II B, Banyuwangi.

Bambang bersama petugas lapas dan para narapidana. (NET/Evan Iriawan)

Tahun 2008, menjadi cikal bakal dirinya memberdayakan para napi agar bisa mengerjakan pesanan kerajinan. Dari sini ia ingin melhihat para napi tersebut memiliki keterampilan yang bisa digunakan saat keluar dari lapas.

"Saya ingin membagikan apa yang saya punya dengan saudara-saudara kita dilapas ini. Bagaimana dia kita latih hingga memiliki skill. Sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, ia mampu memiliki kepercayaan diri dan timbul semangat lagi," ujar Bambang saat ditemui oleh Tim Lentera Indonesia pada 31 Januari 2016.

Bambang bersama petugas lapas dan para narapidana. (NET/Evan Iriawan)

Tidak semua napi bisa mendapatkan ilmu dari Bambang. Dari 700 orang napi di lapas tersebut, hanya beberapa orang yang beruntung bisa belajar keahlian tersebut. Para napi mendapatkan gaji layaknya pegawai yang lain. Bedanya, gaji mereka disimpan sebagai deposit yang bisa mereka ambil saat bebas nanti.

"Tidak semua napi bisa mendapatkan ilmu ini. Hanya mereka yang dikenal berkelakuan baik dan memiliki minat terhadap bidang ini," tambahnya.

Usahanya untuk membekali para napi ini pun telah membuahkan hasil. Meski belum banyak, ada beberapa mantan napi yang kemudian membuka usaha sejenis di kampung halamannya masing-masing.

Narapidana yang memdapat bimbingan Bambang. (NET/Evan Iriawan)

Bambang mengaku tak pernah merasa takut tersaingi. Ia justru merasa berhasil jika bisa melihat mereka berubah menjadi sosok yang mandiri.

"Saya tidak pernah berpikir mereka akan menjadi pesaing saya. Kalaupun memang menjadi pesaing saya, mereka pasti akan menjadi pesaing yang postif. Justru saya merasa berhasil jika mereka menjadi mandiri. Itu tujuan saya dari awal," kata Bambang. 

Produk yang dihasilkan oleh Bambang. (NET/Evan Iriawan)

Semangatnya dalam menularkan ilmu tak hanya ia lakukan kepada para napi. Ia juga merangkul para santri yang bersekolah di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati.

Dengan memanfaatkan usia muda para santri, Bambang berusaha untuk menggali minat mereka. Tujuannya sama, agar bibit-bibit muda tersebut dapat tumbuh menjadi sosok enterprenuer yang hebat.

"Mereka ini adalah yang taat dibidang agama. Sekarang ini, saya ingin menyentuh mereka dibidang mental enterpreneurnya," ujar Bambang.

Bambang bersama pekerjanya. (NET/Evan Iriawan)

Oesing Craft miliknya memang telah merambah pasar internasional. Bahkan kini ia tengah memperluas pasar ke wilayah Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan. Jenis barang yang Bambang produksi adalah tableware. Walaupun terlihat sepele, ternyata benda ini sangat besar peminatnya.

Kesusksesan yang ia raih sekarang, tak hanya ia nikmati seorang diri. Selain kepada para napi dan santri, ia juga menerapkan hal yang sama kepada para karyawannya.

"Saya ingin membangun Indonesia dengan cara saya sendiri. Itu sebabnya saya lebih tertarik untuk membangun ekonomi kerakyatan dengan merekrut orang-orang yang tidak berdaya." tutupnya.

LENTERA INDONESIA | DYNAR MANGGIASIH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments