hero
Pemaparan hasil survei Poltracking di Jakarta. (NET/Yusuf Pamuncak)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

9 Juni 2017, 01:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memperoleh elektabilitas tertinggi dalam hasil survei kandidat Gubernur Jawa Barat.

Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan, dalam pertanyaan terbuka, seandainya Pilkada Jabar diadakan hari ini, Ridwan Kamil dipilih 21,38 persen responden. Di bawah Ridwan terpaut cukup jauh, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (4,88 persen), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (3,88 persen), politisi Partai Demokrat Dede Yusuf (1,75 persen) dan Bupati Tasikmalaya UU Ruzhanul Ulum (1,75 persen).

Elektabilitas kandidat Gubernur Jabar dari hasil survei Poltracking. (TWITTER/@poltracking)

Sementara jika disimulasikan dengan mengajukan 25 nama calon gubernur, Ridwan Kamil tetap unggul. Dia memperoleh 38,13 persen suara. Di bawahnya, Dedi Mizwar (14,88 persen), Dedi Mulyadi (9,88 persen), Dede Yusuf (8,00 persen), Abdullah Gymnastyar atau Aa Gym (5,63 persen), dan nama-nama lainnya.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, survei menunjukkan Ridwan Kamil sebagai figur kandidat yang memiliki sifat atau aspek yang diharapkan publik memimpin Jabar.

Ridwan Kamil saat deklarasi cagub Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasdem di Bandung, Maret lalu. (ANTARA)

Ridwan dinilai memilkiki kualitas personal seperti peduli dan merakyat, jujur dan anti korupsi, berprestasi, serta berani dan tegas.

"Kecuali untuk aspek religius, persepsi publik paling kuat adalah Aa Gym," kata Hanta, Kamis, 8 Juni 2017.

Di dalam survei, nama Aa Gym mencuat. Dari segi popularitas, Aa Gym memimpin dengan 92,04 persen. Disusul Deddy Mizwar 86,05 persen, Dede Yusuf 84,03 persen, dan Ridwan Kamil 79 persen.

 Abdullah Gymnastyar. (Instagram/@aagym)

Menurut Hanta, hasil survei masih sementara, karena Pilkada Jabar masih berlangsung kurang lebih satu tahun ke depan. Hanta mengatakan, perubahan elektabilitas tergantung pada empat faktor utama.

"Personal branding calon harus tepat, ia harus menjaga kredibilitas personal. Kemudian efektivitas kerja mesin politik, tren perilaku pemilih, dan isu yang bergulir," tutur Hanta.

EDUARD VIDYADI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments