hero
Bendera Korea Utara dan Korea Selatan. (NETZ/Wisnu)

EDITOR : TITO SIANIPAR

6 Juni 2017, 04:05 WIB

KOREA SELATAN

Korea Selatan menyelamatkan empat warga Korea Utara yang kapalnya masuk ke perairan lepas pantai utara Semenanjung Korea. Warga Korea Utara kerap menyeberang ke negara tetangga untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

"Mereka sedang diselidiki dan akan ditanya apakah  ingin kembali ke Korea Utara," kata Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korea Lee Duk-haeng dikutip dari Yonhapnews, Senin, 5 Juni 2017. 

Lee Duk-haeng mengatakan keempat warga Korea Utara ditemukan di dua kapal yang berbeda oleh angkatan laut Korea Selatan pada Jumat dan Sabtu 3 dan 4 Juni 2017. Pada hari pertama, ditemukan satu warga dan keesokan harinya bertambah tiga warga. 

Penyelamatan tersebut berlangsung setelah enam nelayan Korea Utara yang diselamatkan oleh Korea Selatan, dikirim kembali ke rumah mereka pekan lalu. 

Warga Korea Utara di Pyongyang. (REUTERS)

Reuters menulis, warga Korea Utara yang tertutup dan miskin kadang-kadang membelot ke Korea Selatan yang kaya dan demokratis mengunakan kapal nelayan. Mereka nekat melintasi perbatasan maritim yang disengketakan di antara kedua negara, namun sebagian besar pembelotan dilakukan melalui Cina.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih tetap berperang sejak konflik 1950-53 berakhir dengan sebuah gencatan senjata, bukan sebuah perjanjian damai. Hingga saat ini tensi konflik di Semenanjung Korea masih tinggi, terutama dengan campur tangan Amerika Serikat.

Pegawai bank di Kaesong, Korea Utara. (REUTERS)

Dewan Keamanan Amerika Serikat pada Jumat lalu, memperluas sanksi kepada Korea Utara setelah tes rudal berulang. Sanksi ini mengadopsi resolusi pertama yang disepakati oleh Amerika Serikat dan sekutu utama Korut, China, sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menjabat.

Korea Utara berulang kali mengancam untuk menghancurkan Amerika Serikat dengan mengatakan bahwa program rudal dan nuklirnya diperlukan untuk melawan agresi Amerika. Di sisi lain, Amerika memperkuat barisan tempurnya di kawasan tersebut.

YONHAPNEWS | REUTERS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments