hero

EDITOR : REZA ADITYA

31 Mei 2017, 12:20 WIB

MALUKU, INDONESIA

Dalam sebulan terakhir, dua ikan paus ditemukan terdampar di perairan Seram, Maluku. Peristiwa teranyar terjadi pada Senin, 29 Mei 2017 kemarin. Warga pesisir Pantai Pulau Kelang, Desa Sole, Kecamatan Waesala dihebohkan adanya bangkai ikan raksasa itu.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan turun tangan menyelidiki penyebab matinya paus- paus tersebut.

Warga di atas bangkai ikan paus yang terdampar di Pulau Kelang, Desa Sole. (NET/Bachtiar)

 

"Kami lakukan pengambilan sample dari kulit, lemak dan daging," kata petugas konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Satuan Kerja Ambon, Robiandi, Rabu, 31 Mei 2017. "Kami mencari jenis penyakit yang menyebabkan dia terdampar."

Robiandi belum bisa memastikan kematian dan terdamparnya dua paus di pesisir Seram bagian Barat, Maluku itu. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Antara lain adalah faktor usia, dekompresi, gangguan navigasi serta adanya parasit pada organ syaraf.

Warga di atas bangkai ikan paus yang terdampar di Pulau Kelang, Desa Sole. (NET/Bachtiar)

 

Sebelum ditemukannya paus terdampar di Pulau Kelang, pada 10 Mei 2017 lalu, bangkai paus jenis sperma menyasar pesisir Pantai Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat.

Kedua hewan mamalia itu memiliki panjang 22 meter dan lebar 4 meter. Keberadaan ikan raksasa itu membuat heboh dan sekaligus meresahkan warga sekitar. 

BACHTIAR HUAMUAL

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments